Eric Klopack, penulis utama studi, menyebutkan hal ini karena jenis sel kekebalan yang dihasilkan berbeda saat masih muda.
“Respons yang kurang terkoordinasi pada ancaman baru karena menghasilkan berbagai jenis sel kekebalan, dalam proporsi yang berbeda daripada ketika Anda masih muda,” ujar Eric yang juga merupakan peneliti Gerontology di University of Southern California.
Pada saat yang sama, sel-sel kekebalan yang lebih tua dan lebih using ini cenderung mendominasi sel-sel yang lebih baru dan lebih gesit. Sehingga menghasilkan respons kekebalan yang kurang kuat.
Eric menyarankan, salah satu cara untuk mencegah penuaan sel kekebalan di tubuh kita, ialah dengan memperhatikan kebiasaan-kebiasaan hidup yang tidak sehat.
Meski studi penelitian ini baru ini sifatnya terbatas, karena hanya melihat beberapa jenis sel kekebalan, khususnya sel T CD4 dan CD8. Namun, Matthew Yousefzadeh, peneliti terkait penuaan dari University of Minnesota, menilai temuan studi ini bisa jadi indikator ketahanan kekebalan yang cukup baik, mengetahui seberapa baik kita menangani infeksi.
BACA JUGA:Mendengarkan Musik Cegah Stres hingga Kurangi Gejala Depresi
BACA JUGA:Waduh, Stres Bisa Memicu Pusat Ketakutan di Otak
(Rizky Pradita Ananda)