Sebelum Jalani Operasi Lutut, Yuk Ketahui Efek Samping Pasca-operasi

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 07 Juli 2022 12:25 WIB
Ilustrasi Nyeri Lutut. (Foto: Shutterstock)
Share :

CEDERA lutut memang menjadi salah satu cedera yang cukup sering menimpa seseorang, terutama mereka yang suka olahraga. Cedera lutut pun bisa terjadi ketika seseorang kurang melakukan pemanasan sebelum berolahraga.

Tapi, cedera lutut pun datang dengan berbagai tingkatan yang terparah bahkan memerlukan tindakan dioperasi. Sayangnya, banyak orang yang masih ragu untuk melakukan tindakan operasi tersebut lantaran takut akan efek sampingnya.

Ahli Kesehatan Tulang Prof Ruslan Nazaruddin Simanjuntak bisa sangat minim efek samping yang terjadi, asal sebelum tindakan operasi dilakukan pasien menjalani serangkaian skrining.

"Penting bagi pasien yang mau menjalani operasi lutut, pun jenis operasi lainnya menjalani serangkaian tes sebagai bentuk skrining agar efek samping pascaoperasi bisa minim," terang Prof Ruslan saat berbicara pada awak media di ALTY Orthopaedic Hospital, Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada kasus pra-operasi lutut misalnya, jelas Prof Ruslan, pasien akan dicari tahu dulu apakah ada komorbid yang memberatkan keputusan untuk menjalani operasi, misalnya diabetes atau hipertensi.

Kalau diabetes dan hipertensinya tidak terkontrol dengan baik, maka dipastikan pasien akan menjalani penanganan koorbidnya terlebih dulu sampai akhirnya dinyatakan aman menjalani operasi.

Lalu, pasien juga perlu diketahui kadar asam uratnya. Ini pun penting, karena bisa memberi dampak buruk jika operasi lutut khususnya dikerjakan saat asam urat pasien sedang tinggi.

"Jadi, penting sekali skrining pra-operasi. Kami tim dokter bukan hanya bertanya ke pasien, tapi kami juga mengajukan beberapa pertanyaan ke keluarga, sehingga keputusan hasil boleh atau tidaknya operasi adalah hasil analisis holistik," ungkapnya.

Salah satu efek samping yang bisa terjadi pada pasien masalah lutut yang baru saja menjalani operasi adalah mereka tidak bisa menekuk lutut mereka. Adanya tekanan di sana bisa memengaruhi hasil akhir operasi yang diharapkan.

Karena tidak bisa menekuk lutut, ini akan menjadi kendala saat pasien akan beribadah alias sholat. Ada posisi sholat yang mengharuskan pasien menekuk dan menekan lutut. "Setelah operasi kami juga tidak menyarankan pasien untuk olahraga lari atau lompat. Gerakan tersebut bisa memengaruhi hasil akhir operasi," terang Prof Ruslan.

"Namun begitu, ada beberapa olahraga yang masih boleh dan dipersilahkan untuk dikerjakan, tentu dengan pengawasan dokter, adalah misalnya renang, jalan santai, atau cycling," tambahnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya