Apabila wanita sudah melewati ritual tersebut, maka dari pihak pria baru boleh menikahi wanita yang telah dicambuknya itu.
Selain itu, bekas cambukan itu juga sebagai penanda bahwa sebelumnya wanita tersebut masih perawan atau belum pernah menikah. Rata-rata pria suku Hamar sendiri lebih memilih menikahi gadis.
Sementara wanita yang sudah menikah atau menjadi janda, kemudian ada yang ingin memminangnya, maka ritual cambukan itu akan dilakukan lagi sebelum menikah.
Sementara itu menurut sejarah, Suku Hamar terletak di ujung barat daya Ethiopia ini mendiami lembah Omo. Sebanyak 25 ribu orang Suku Hamar mendiami lembah Omo. Mereka merupakan orang-orang yang kuat. Kegiatan keseharian mereka isi dengan mengembala, menanam tanaman, dan memelihari ternak, yang sangat bernilai tinggi.
(Salman Mardira)