Situasi pandemi Covid-19 dengan permintaan untuk tes swab yang melonjak, dimanfaatkan oleh seorang remaja berusia 17 tahun untuk meraup keuntungan ilegal dari negara.
Hal ini berawal dari gelombang kasus Covid-19 di Jerman yang membuat permintaan tes swab dari masyarakat jadi melonjak tajam. Jerman sebagai negara, diketahui mengganti biaya tes swab Covid tersebut kepada layanan kesehatan yang menyediakan.
Namun karena sedang sangat ramai, saat itu pemerintah menggelontorkan dana pengganti hanya dengan syarat dokumen faktur. Pada tahun 2020 dan 2021, untuk mempercepat pengujian pemerintah Jerman mempercayakan Kassenärtzlichen Vereinigung, asosiasi dokter yang disetujui oleh layanan asuransi kesehatan Jerman, untuk mengawasi pengujian Covid-19 dan menangani pembayaran ke pusat pengujian swasta.
Sayangnya kondisi ketika negara tengah kewalahan ini dimanfaatkan remaja berusia 17 tahun asal Freiburg yang tak disebutkan namanya tersebut, dengan membuat tempat tes swab Covid palsu yang bahkan tidak pernah ada di kehidupan nyata.
Pada periode Maret dan Juni 2021, remaja nekat itu mengajukan invoice penagihan kepada pemerintah, mengklaim tagihan atas sekira 500 ribu tes swab setiap hari kepada pemerintah Jerman. Hasilnya, ia dilaporkan berhasil mengantongi 5,7juta Euro atau kurang lebih Rp88miliar tanpa melakukan apa pun, dikutip dari Oddity Central, Senin (6/6/2022).