Hal itu mau tak mau mengakibatkan kerugian besar bagi negara dan masyarakat. Belum lagi layanan kesehatan seperti, vaksinasi dan obat-obatan untuk orang sakit. Maka dari itu, ia merasa merasa perlu adanya persamaan persepsi dan aturan dalam protokol kesehatan.
"Begitu lockdown ekonominya akan jatuh karena semuanya barang dan orang tidak bergerak. Tidak baik juga buat kita, maka bila global health protokolnya sudah setuju jadi begitu ada pandemi lagi, kita nggak usah lockdown 100 persen," jelas Menkes Budi
Menurutnya, manfaat lain dari adanya harmonisasi protokol kesehatan di dunia, terutama bisa memudahkan dalam pengiriman barang atau peralatan yang berkaitan dengan kesehatan. Seperti vaksin dan obat-obatan, sehingga bisa membantu negara berkembang yang kekurangan.
"Misalnya kalau kita lockdown, masa obat-obatan, vaksin nggak boleh jalan. Wah kalau gitu tambah sakit orang-orangnya di negara -negara yang nggak punya vaksin atau obat kasihan," tegasnya.
(Rizky Pradita Ananda)