Kabar tiket Candi Borobudur ini lantas menuai pro dan kontra warganet.
Katanya ingin pariwisata kita maju pak tapi kalo patok harga mahal siapa yg mau ?? Bisa2 kabur deh turisnya dan lebih memilih ke tempat2 wisata yg ramah kantong, ini juga bakal ngefek ke para UMKM yg berjualan disana pasti akan terdampak sepi pembeli," ujar @stevanihuangg
"750rb seorang? Terlalu mahal.. maksimal 50rb dengan aturan ketat yg penting selalu rame. Kecuali nih emang sengaja di batasi karena alasan tertentu. Jadi jatohnya objek wisatapremium," cuit wolffromsouth.
Saking kagetnya, banyak yang minta konfirmasi di kolom komentar berita detikcom.
"Gak salah ketik Miin.....bukannya Rp 75rb ?" tulis @jago_oan
"Salah ketik gak min?? 750 rb apa 75rb," lanjut yang lain.
Dari sekian banyak warganet yan berkomentar, ada pula yang setuju dengan kenaikan tiket masuk ini.
"Biaya perawatan dan keamanan Candi Borobudur itu gak murah dan gak semua pengunjung Candi Borobudur itu niatnya baik semua kalau ada yg modus bisa kerepotan ngurusinnya," cuit @AlanJona2.
"Candi Borobudur buat tempat ibadah umat Buddha. Jadi emang sengaja biar ga terlalu banyak yang datang biar ga rusak," cuit @GoTotheJek.
"harga tiket yang mahal itu kan buat NAIK candi Borobudur ya.. kalo masuk sampai ke halaman candi seperti sekarang sih tetap seperti harga yang sudah ada.. aku yakin juga harusnya dengan harga 750 ribu yang didapat akan bermacam-macam. ga mungkin kalo cuma naik sekedar naik," tambah @gyeoljeongi.
Selain itu, ada juga komentar sindiran.
"wkwkwk.. murah banget," tulisnya.
"Untung sudah pernah ke sana," tambah netizen lain.
(Kurniawati Hasjanah)