Meski menjadi penyakit pembunuh nomor satu di masyarakat, faktanya layanan jantung di Indonesia memang belum merata. Sebab, tak semua provinsi di Indonesia memiliki fasilitas kesehatan yang hadir dengan mempunyai unit pelayanan jantung.
Akibatnya, tak jarang membuat banyak pasien jantung tidak mendapatkan pelayanan yang optimal. Beberapa dari pasien jantung bahkan dilaporkan meninggal dunia sebelum mendapatkan pertolongan.
Lantas, apa penyebab utama kondisi ini masih terjadi di Indonesia bahkan sampai saat ini? Menurut Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, letak masalah bukan di dana ataupun alat. Namun, karena kurangnya jumlah dokter spesialis.
"Masalah ketersediaan alat itu bisa ditangani oleh kami 12 bulan. Tapi, kalau masalah ketersediaan dokter spesialisnya, ini PR besar. Tidak banyak dokter spesialis tersebar di Indonesia," ungkap Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Kamis (2/6/2022).
BACA JUGA: Kemenkes Targetkan Tahun 2024 Seluruh Provinsi Punya Layanan Jantung
BACA JUGA:Wamenkes Ingatkan Bahaya Rokok Elektrik Sama dengan yang Konvensional