Tradisi Lebaran Unik #DiIndonesiaAja

, Jurnalis
Senin 02 Mei 2022 13:29 WIB
Puter Kayun merupakan tradisi yang dilakukan warga Boyolangu, Banyuwangi saat memasuki hari ke sepuluh bulan Syawal ( Foto: www.banyuwangikab.go.id)
Share :

Dengan keragaman budaya yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, tradisi #DiIndonesiaAja memang sangat kaya. Termasuk juga dalam perayaan Lebaran atau hari raya Idulfitri, sejumlah daerah mempunyai tradisi yang unik dan seringkali berbeda dengan daerah lainnya.

Ingin tahu tradisi unik Lebaran di sejumlah daerah di Indonesia? Ayo, simak tradisi-tradisi Lebaran berikut ini.

 

1. Aceh

 

Salah satu sudut kota Banda Aceh dalam menyambut tradisi Makmeugang (Foto : Kemendikbud)

Salah satu tradisi bersejarah di Aceh adalah makmeugang atau meugang. Makmeugang ini konon berasal dari masa Kesultanan Aceh pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda.

Pada masa itu, Sultan Iskandar Muda memerintahkan agar istana menyembelih daging ternak seperti sapi dan kambing kemudian dibagi-bagikan ke rakyat, terutama rakyat miskin. Rakyat Aceh pun memasak daging tersebut dan menikmatinya dengan keluarga.

Tradisi ini pun berlanjut hingga masa pemerintahan sultan-sultan Aceh berikutnya. Sekarang, tradisi meugang dijalankan melalui penyembelihan ternak seperti sapi, kambing, ayam, atau bebek, lalu dimasak dan dibagi-bagikan dengan orang di sekitarnya, terutama untuk orang yang membutuhkan. Menariknya, meugang biasanya tidak hanya diadakan saat Idulfitri, pada awal bulan Ramadan dan Iduladha.

Sementara itu, jak bak guree adalah tradisi untuk menghormati para guru mengaji saat Idulfitri. Dalam jak bak guree, masyarakat Aceh akan membawa makanan atau buah tangan dalam wadah tertutup untuk para guru mengaji.

Tradisi lain khas Aceh saat Lebaran yang cukup unik adalah kenduri jeurat. Dalam masa kenduri jeurat ini, masyarakat Aceh akan berziarah ke makam anggota keluarga yang telah meninggal. Kegiatan ini dilanjutkan dengan makan kenduri bersama di sekitar area makam keluarga.

2. Sumatra Barat

 

Prosesi mengarak jamba yang dilakukan perempuan Minang sebelum akhirnya makan bajamba/ tradisi makan bersama.

(Foto : https://www.bukittinggikota.go.id/)

Di Sumatra Barat, terdapat tradisi manambang di daerah-daerahnya. Dalam manambang, anak-anak akan berombongan mengunjungi rumah warga untuk mengucapkan selamat Idulfitri dan bersilaturahmi saat Lebaran. Tuan rumah yang menerima kedatangan anak-anak biasanya akan membagikan uang saku seikhlasnya untuk anak-anak yang bersilaturahmi.

Tradisi lain yang cukup populer di Sumatra Barat adalah makan bajamba atau makan barapak. Dalam prosesi makan bajamba, biasanya didahului dengan pertunjukkan kesenian Minang, mengarak jamba, berbalas pantun, dan berdoa oleh pemangku adat sebagai wujud penghormatan bagi tamu undangan yang hadir. Biasanya acara ini diikuti puluhan hingga ribuan orang, masyarakat Sumatra Barat akan berkumpul bersama lalu dibagi dalam kelompok kecil-kecil sekitar 5-7 orang.

Kelompok nantinya akan dibagikan nasi lengkap dengan sayur dan lauk-pauk untuk dinikmati bersama-sama. Selain di Sumatra Barat, tradisi makan bajamba atau makan bajambau juga diadakan oleh masyarakat Riau.

3. Banten

 

Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Di Provinsi Banten, tradisi yang biasa dijalankan saat Lebaran adalah ngadongkapkeun. Pokok utama dari ngadongkapkeun sebenarnya merupakan ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT atas segala berkah yang diterima.

Ngadongkapkeun juga merupakan ungkapan syukur atas berlangsungnya masa puasa yang dijalankan dengan baik. Selain itu, dalam ngadongkapkeun, masyarakat Banten juga turut mendoakan arwah para leluhur yang telah meninggal dunia. Pelaksanaan ngadongkapkeun biasanya dipimpin oleh tetua desa atau kokolot dengan pembacaan doa, pembakaran kemenyan, dan penyediaan sesaji.

4. Banyuwangi, Jawa Timur

 

(Foto : www.banyuwangikab.go.id)

Salah satu acara populer saat Lebaran di Banyuwangi, Jawa Timur, adalah pementasan Seblang Olehsari. Pementasan tari tradisional ini menjadi perayaan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas berkat yang melimpah. Dalam perayaan yang digelar selama sekitar seminggu ini, masyarakat juga bisa turut menari bersama penari yang melemparkan selendang kepada penonton. Di akhir tarian, penari Seblang akan membagikan bunga yang konon akan mendatangkan kemakmuran.

Tradisi Lebaran lainnya di Banyuwangi adalah puter kayun. Dalam puter kayun, akan digelar rangkaian perjalanan delman atau andong dari Kelurahan Boyolangu hingga Pantai Watudodol. Puter kayun yang digelar setelah Lebaran ini merupakan peringatan atas jerih payah Ki Buyut Jaksa yang membuka jalan di Banyuwangi.

Banyuwangi juga memiliki tradisi perarakan Kebo-keboan atau perarakan barong berkeliling desa. Acara ini bermakna sebagai simbol tolak bala agar dijauhkan dari segala sesuatu yang jahat.

5. Nusa Tenggara Barat

 

Perang Topat Wujud Keluhuran Budaya dan Toleransi Umat

(Foto : lombokbaratkab.go.id)

Masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat mempunyai tradisi unik saat Lebaran, yaitu perang topat. Tradisi ini cukup unik, masyarakat yang beragama Islam dan Hindu akan berkumpul dan saling melemparkan ketupat yang sebelumnya sudah diarak beramai-ramai.

Ya, perang topat ini dilakukan oleh masyarakat muslim dan Hindu di Lombok dalam suasana yang seru, riuh, dan terkadang diselingi canda-tawa. Meskipun tak biasa, lempar-lemparan ketupat dalam perang topat ini menjadi sarana pemersatu masyarakat dan perekat kerukunan.

Setelah keriuhan perang topat berakhir, masyarakat akan membersihkan sisa-sisa ketupat yang berjatuhan untuk dibawa pulang. Ketupat yang berjatuhan ini akan ditebarkan di sawah dan ladang sebagai simbol pengharapan akan kesuburan dan kesejahteraan.

6. Makassar, Sulawesi Selatan

 

(Foto : Kemendikbud)

Masyarakat Makassar, Sulawesi Selatan, biasanya menggelar ma’burasa. Artinya adalah tradisi membuat makanan bernama burasa. Burasa adalah makanan khas Sulawesi Selatan berupa beras yang dicampur dengan santan lalu dibungkus dengan daun pisang. Rasa burasa biasanya gurih berkat campuran santan dan garam di dalamnya.

Ma’burasa biasanya dilakukan beramai-ramai. Orang-orang akan berkumpul dan memasak burasa bersama-sama karena proses pemasakan burasa bisa memakan waktu berjam-jam. Setelah matang, burasa akan dibagi-bagikan untuk tiap keluarga.

Tradisi lain di daerah Sulawesi Selatan adalah maleppe. Arti maleppe adalah melepas, yang dimaknai berupa pelepasan dosa-dosa dalam diri dan memaafkan kesalahan orang lain dengan ikhlas. Dalam maleppe, masyarakat akan saling bertandang ke rumah sanak saudara dan tetangga untuk bersilaturahmi.

Tradisi perayaan Idulfitri di Indonesia memang istimewa dan beragam di sejumlah daerah. Namun, apakah Anda memperhatikan persamaannya? Ciri khas ini melekat hampir di seluruh daerah, yaitu kebersamaan. Ada perayaan kumpul bersama keluarga dan masyarakat setempat, baik untuk makan bersama atau merayakan acara khusus. Suasana kebersamaan dalam kerukunan inilah identitas khas masyarakat Indonesia yang sebenarnya.

Jika Anda pulang kampung ke Aceh, Padang, Makassar, atau daerah lainnya di Indonesia, sempatkanlah untuk mengikuti acara tradisi daerah setempat. Abadikan momen budaya, kuliner bahkan UMKM setempat untuk mengenalkan ke dunia luar, jangan lupa untuk tag ke akun Instagram @pesona.Indonesia karena Kemenparekraf tengah menyelenggarakan sayembara Ambassador Kampung Sini (AKAMSI) yang akan ditutup pada 15 Mei 2022, cek detail informasinya di sini! Ada banyak hadiah menanti Anda, jadi jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti sayembara ini.

Selama mudik sempatkan untuk #BeliKreatifLokal untuk dibawa pulang, sesuai dengan imbauan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam siaran persnya (27/04/2022) yang mendorong pemudik untuk berbelanja produk-produk ekonomi kreatif di daerah. Dengan begitu geliat ekonomi daerah diharapkan dapat meningkat antara 10 sampai 20 persen.

"Ini yang kita harapkan dari mudik Lebaran ini, titip pesan saya kepada tim Jelajah Lebaran 2022, hati-hati di jalan kalau perlu istirahat silakan mampir menikmati kuliner setempat, kunjungi desa-desa wisata. Kami sudah memetakan ratusan desa wisata dalam perjalanan yang tidak terlalu jauh, itu menawarkan sensasi yang unik yang berbeda. Tinggal di homestay selain jauh lebih murah, rasakan keseharian masyarakat desa sebagai daya tarik wisata," kata Sandiaga.

Tidak lupa, Sandiaga mengingatkan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan wisata untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan agar mudik aman dan sehat. (WLD/VAL)

 CM

(Fitria Dwi Astuti )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya