Oleh karena itu, nantinya para pengunjung ataupun delegasi KTT G20 di sana akan dapat mengikuti sejumlah aktivitas untuk membangkitkan cakra dan kundalini di dalam diri agar bisa tampil cantik.
"Kegiatannya berupa meditasi, olah pernapasan, pijat, penggunaan aroma terapi, diajarkan membuat ramuan boreh atau lulur ala Bali, membangun cinta kasih dalam keluarga dan sebagainya," ucapnya.
Ia menargetkan segala persiapan dengan harapan dapat menerima kedatangan delegasi KTT G20 bisa dirampungkan pada September 2022.
Dengan adanya percontohan wisata kebugaran di Desa Taro itu juga diharapkan dapat mempersatukan dan membangun kolaborasi para praktisi yang selama ini terkesan berjalan sendiri-sendiri, ada yang hanya fokus di pijat, spa ataupun meditasi .
Selain itu, dengan pengembangan wisata kebugaran juga sejalan dengan upaya Pemprov Bali untuk menjaring wisatawan yang berkualitas dan mewujudkan pariwisata Bali yang lebih berkualitas.
"Sebenarnya ada sejumlah investor dari luar negeri yang tertarik bekerja sama dalam program ini. Tetapi, kami masih hati-hati karena hak patennnya 'kan orang Bali yang punya. Kita patenkan semua agar nantinya tidak kecolongan," kata Prof Gelgel.
(Kurniawati Hasjanah)