Frans menambahkan, guna fasilitasi sertifikasi kompetensi, pihaknya akan mengalokasikan bagi LSP Parsi sejumlah 200 asesi. Sementara yang sudah terlaksana, sejumlah 50 asesi di Lombok.
"Kemudian pada hari ini, sejumlah 100 asesi di Yogyakarta, dan yang akan datang sejumlah 50 asesi di Toba. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan SDM ekonomi kreatif yang dapat membangkitkan perekonomian Indonesia, khususnya di Yogyakarta," tuturnya.
Sertifikasi ini, lanjut Frans, juga memiliki peranan penting dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals di Indonesia dan ini bisa menjadi 'pintu gerbang' dalam pencapaian pilar ekonomi berkelanjutan dengan menciptakan tenaga kerja yang kompeten.
(Rizka Diputra)