Kemenparekraf Tekankan Pentingnya Sertifikasi Barista di Destinasi Super Prioritas

Novie Fauziah, Jurnalis
Sabtu 30 April 2022 05:02 WIB
Ilustrasi (Foto: Kemenparekraf)
Share :

PELAKSANA Tugas (Plt) Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Frans Teguh mengatakan, sertifikasi untuk barista cukup penting. Bertujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi, baik pada rentang usia remaja maupun usia dewasa.

"Terlebih pascapandemi Covid-19, banyak pelaku ekonomi kreatif yang membutuhkan lapangan kerja," katanya dalam keterangan resminya.

Frans menyebut, bahwasanya Kemenparekraf mendorong peningkatan sertifikasi untuk barista. Serta menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi pelaku subsektor kuliner, khususnya bagi profesi barista di destinasi-destinasi super prioritas di Indonesia.

(Foto: Dok. Kemenparekraf)

Ia melanjutkan, pembatasan kegiatan penduduk dalam suatu wilayah membuat usaha dan mata pencarian masyarakat menjadi terbatas.

Hal ini menyebabkan pemutusan hubungan kerja, bertambahnya pengangguran di Indonesia, dan tingkat stres yang tinggi, sehingga diperlukan mindset untuk mengerahkan energi supaya nantinya ditemukan solusi dari setiap masalah.

Kemenparekraf pun berkolaborasi dengan LSP Parsi (Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata dan Spa Indonesia) untuk mengadakan sertifikasi kompetensi bagi 2.000 asesi pada sektor ekonomi kreatif di 5 Destinasi Super Prioritas (DSP), 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP), atau wilayah penyangganya untuk tujuh subsektor ekonomi kreatif yaitu kuliner, kriya, fesyen, kreator film dan televisi, musik, fotografi, dan animedia.

Frans menambahkan, guna fasilitasi sertifikasi kompetensi, pihaknya akan mengalokasikan bagi LSP Parsi sejumlah 200 asesi. Sementara yang sudah terlaksana, sejumlah 50 asesi di Lombok.

"Kemudian pada hari ini, sejumlah 100 asesi di Yogyakarta, dan yang akan datang sejumlah 50 asesi di Toba. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan SDM ekonomi kreatif yang dapat membangkitkan perekonomian Indonesia, khususnya di Yogyakarta," tuturnya.

Sertifikasi ini, lanjut Frans, juga memiliki peranan penting dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals di Indonesia dan ini bisa menjadi 'pintu gerbang' dalam pencapaian pilar ekonomi berkelanjutan dengan menciptakan tenaga kerja yang kompeten.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya