INDONESIA termasuk negara kaya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Dari segi geografis, Indonesia berada di antara dua samudera dan dua benua. Dengan letak tersebut, negeri berjuluk Zamrud Khatulistiwa ini memiliki banyak keuntungan, salah satunya dalam perdagangan.
Selain itu, Indonesia juga terletak di zona pertemuan tiga lempeng besar, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik. Pada zona sekitar pertemuan lempeng tersebut, banyak terbentuk gunung api yang menyebabkan kesuburan tanah di Indonesia menjadi tinggi.
Sehingga tak heran, Indonesia termasuk negara yang kaya. Bahkan, berdasarkan catatan dari berbagai literatur tua, dulu Indonesia digadang-gadang menjadi negara paling kaya. Berikut ini bukti-bukti kekayaan tersebut di berbagai wilayah nusantara.
1. Melimpahnya padi di Pulau Jawa
Dalam epik Hindu Ramayana, dahulu kala Pulau Jawa disebut dengan nama Jawadwipa yang dalam bahasa Sanskerta berarti Pulau Padi.
Selain itu seorang ahli geografi Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang negeri emas dan negeri perak dan pulau labadiu yang berarti Pulau Padi, sama seperti yang ditulis dalam epik Ramayana.
Di Pulau Jawa berdiri kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan terbesar dengan berhasil menyatukan kepulauan Nusantara dari Sumatera, Semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua, hingga Filipina. Catatan seorang biarawan Roma, Odorico da Pordenone yang berkunjung tahun 1321, mengatakan bahwa istana Raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.
Raffles yang mengarang buku The History of Java mengungkapkan kekagumannya akan kesuburan tanah Jawa yang tidak ada tandingannya di belahan bumi manapun.
Raffles mengatakan bahwa seandainya seluruh tanah yang ada dimanfaatkan, maka tidak ada wilayah lain di dunia yang bisa menandingi kualitas, kuantitas dan variasi tanaman yang bisa dihasilkan di pulau tersebut.
2. Tanah emas di Sumatera
Dari berbagai prasasti, dalam bahasa Sanskerta pulau Sumatera disebut sebagai Suwarnadwipa atau Suvarnabhumi. Keduanya berarti pulau emas dan tanah emas. Nama-nama ini juga sudah dipakai dalam naskah India pada masa sebelum Masehi.
Konon kabarnya, kawasan emas terbesar ada di kerajaan Minangkabau di mana menurut sebuah sumber kuno terdapat pegunungan tinggi yang mengandung emas. Emas-emas yang dihasilkan di sini kemudian diekspor dari berbagai tempat seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus, Barus, dan Pedir.
Di pulau ini pula berdiri kerajaan Sriwijaya yang kemudian berkembang menjadi kerajaan besar pertama di Nusantara yang memiliki pengaruh hingga ke Thailand dan Kamboja di Utara serta Maluku di Timur.
Kini kekayaan mineral di pulau Sumatera memang banyak ditambang. Bukan hanya emas, tapi juga banyak bahan tambang lainnya seperti batu-bara dan timah hitam. Beberapa orang yakin bahwa Sumatera masih memiliki emas selain dari yang sudah ditemukan sekarang.