DOKTER Spesialis Konsultasi Gizi Klinik dari Rumah Sakit Pelni Jakarta dr Jovita Amelia Sp.GK memberikan pesan kepada para pemudik yang menyetir kendaraan pribadi agar menghindari makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Tujuannya untuk menghindari rasa kantuk ketika mengemudi.
Ia mengatakan, makanan tinggi lemak dan karbohidrat mengandung elemen yang menyebabkan lelah atau mengantuk setelah Anda menyantapnya yakni serotonin dan triptofan. Serotonin berperan dalam regulasi mood dan siklus tidur. Sementara triptofan membantu tubuh memproduksi serotonin.
Baca juga: Jelang Mudik, Kemenkes Ingatkan Lonjakan Kasus Covid-19 Masih Mungkin Terjadi
Triptofan sendiri merupakan asam amino yang terdapat di dalam protein dan karbohidrat dapat membantu tubuh mengabsorbsi triptofan.
"Karena itu, hindari makanan tinggi karbohidrat dan protein untuk menghindari mengantuk," ujar dr Jovita yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia tersebut melalui pesan elektroniknya, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (23/4/2022).
Baca juga: Pasien di Inggris Positif Covid-19 Selama 505 Hari, Peneliti Ungkap Penyebabnya
Dilansir laman Medical News Today, triptofan umumnya ditemukan dalam ikan salmon, daging unggas, telur, bayam, biji-bijian, susu, produk kedelai dan keju.
Sementara makanan yang mengandung tinggi karbohidrat antara lain nasi putih, kue, kue kering, donat, muffin, susu, dan permen. Makanan tinggi lemak juga diketahui bisa menyebabkan kantuk, karena melepaskan cholecystokinin (CCK) yang berhubungan dengan rasa lelah.