5 Hal yang Perlu Jadi Fokus Keuangan Anda Setelah Lebaran

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis
Sabtu 23 April 2022 08:54 WIB
Foto: Dok Kredivo
Share :

Pengeluaran yang bengkak selama Ramadan dan persiapan Lebaran yang jor-joran biasanya lumrah dialami orang. Sebab, bulan Ramadan dan Lebaran adalah momen yang datang satu tahun sekali. Wajar jika setiap orang menginginkan persiapan dan perayaan yang maksimal.

Nah, selain menghilangkan lemak-lemak di tubuh karena ketupat sayur dan aneka kue, yang paling berat dilakukan setelah Lebaran adalah mengatur kembali kondisi keuangan. Euforia Lebaran yang masih terasa, mungkin membuat kita masih ingin liburan, belanja dan menggunakan uang sesuai keinginan.

Sadarlah kawan, masih ada cicilan barang online, tagihan setiap bulan, dan tujuan finansial lainnya yang menanti di bulan-bulan berikutnya. Agar semua itu bisa berjalan mulus, maka 5 hal berikut patut jadi fokus keuangan Anda setelah lebaran.

1. Isi Kembali Tabungan atau Dana Darurat

Jika Anda menjadi salah yang terpaksa membongkar tabungan untuk memenuhi kebutuhan bulan Puasa atau hari Lebaran, perlu fokus untuk mengembalikan tabungan atau dana darurat yang sudah terlanjur dipakai.

Supaya Anda bisa fokus menabung, cobalah untuk menggunakan sistem autodebet atau tabungan berjangka, agar Anda tidak tergoda untuk mengotak-atik uang di rekening tersebut.

2. Cicilan dan Tagihan

Sempat mengajukan cicilan barang online saat bulan Puasa atau menjelang hari Lebaran? Nah, sekarang waktunya Anda fokus untuk melunasi cicilan serta tagihan sesuai dengan kewajiban bayar, dan tenor yang ditentukan.

Oleh karena itu, hindari untuk menambah cicilan baru agar hingga tenor cicilan tersebut lunas, agar kondisi keuangan tidak semakin berat. Kalau ada yang bisa dilunasi segera dan jumlahnya sudah tidak banyak, tidak ada salahnya langsung dilunasi agar hilang satu utang dari anggaran keuangan.

3. Mengembalikan Anggaran Seperti Semula

Tidak bisa dipungkiri kalau anggaran di bulan Puasa lebih besar dibandingkan dengan bulan biasanya. Namun jangan sampai keterusan, anggaran yang Anda keluarkan pada bulan berikutnya jangan sampai sama besarnya dengan anggaran di bulan Puasa.

Oleh karena itu, fokuslah untuk mengembalikan bujet bulanan ke sedia kala, sesuai standar dan kebutuhan yang tidak dilebih-lebihkan.

4. Tahun Ajaran Baru Anak

Seusai lebaran, artinya tiga bulan lagi menuju tahun ajaran baru. Bagi para orang tua, ini adalah salah satu momen pengeluaran terbesar lainnya. Mulai dari pendaftaran sekolah, biaya ujian dan SPP, hingga membeli perlengkapan sekolah yang baru untuk anak. Apalagi kebiasaan bersekolah daring, menjadikan gadget seperti laptop atau HP menjadi salah satu kewajiban punya bagi anak.

Kebutuhan gadget anak, mungkin sama besarnya dengan biaya SPP, atau bahkan pendaftaran sekolah itu sendiri. Jika Anda harus memenuhi kebutuhan ini sekaligus, bisa-bisa arus keuangan bisa berantakan. Lebih baik manfaatkan Kredivo, yang memiliki layanan cicilan barang online.

Dengan Kredivo, Anda bisa mencicil gadget secara online di 1000+ merchant seperti Erafone, iBox, Xiaomi, Electronic City, Tokopedia, BliBli, JD.ID Lazada, dan lain sebagainya. Tenang, Kredivo memberikan bunga rendah, yaitu 0% untuk paylater dalam 30 hari, dan cicilan 3 bulan. Jika ingin tenor yang lebih panjang, bisa 6 dan 12 bulan, dengan bunga hanya 2,6% saja per bulan.

 BACA JUGA: 5 Tips Belanja Hemat untuk Kebutuhan Lebaran

Gimana? Nguntungin banget kan, pakai Kredivo?

5. Bisnis atau Investasi

THR Lebaran masih sisa banyak? Bagi Anda yang ingin mencoba berbisnis tapi nggak jadi-jadi, baik karena kesibukan atau karena halangan modal, sekarang bisa jadi waktu yang tepat untuk memutar uang tersebut jadi modal bisnis.

Uang THR habis, tetapi tetap ingin berbisnis? Tenang, selain memiliki layanan cicilan barang online, Kredivo juga memiliki layanan Pinjaman Tunai, yaitu mencairkan sebagian limit yang Anda miliki, yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan bisnis.

Tenang, bunganya juga sama rendahnya dengan cicilan barang online, yaitu 2,6% per bulan, dengan tenor 30 hari, 3 bulan, dan 6 bulan.

Selain berbisnis, Anda juga bisa menggunakan uangnya untuk mencoba berinvestasi agar bisa mendapatkan dana lebih di masa depan. Bisa dimulai dari yang minim risiko seperti reksa dana pasar uang, obligasi milik pemerintah, hingga investasi emas.

Namun, perlu diingat bahwa memulai investasi sama artinya dengan perlu tahu bahwa ada risiko yang bisa membuat investasi tersebut gagal. Tidak ada cara instan atau cepat untuk mendapatkan uang dari investasi. Maka dari itu, penting untuk mengenali dan mempelajari instrumen investasi yang digunakan.

CM

(Fitria Dwi Astuti )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya