WUJUD Bisphenol A (BPA) pertama kali disintesis oleh seorang ahli kimia asal Rusia bernama Aleksandr Dianin pada tahun 1891. Waktu itu, awal penggunaannya diperuntukkan guna industri farmasi seperti sejumlah peralatan medis dan lain sebagainya.
Namun kini, kandungannya tak disadari dapat ditemui dengan mudah dan telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.
Secara umum, Bisphenol A lebih banyak dikenal khalayak ramai dengan istilah BPA, yakni senyawa kimia pembentuk plastik polikarbonat.
Polikarbonat adalah sebuah resin sintetis yang kuat, dan keberadaannya menjadi material utama pembuatan berbagai komponen dan benda penting dalam kehidupan sehari-hari. Utamanya, bahan ini yang membentuk wadah atau kemasan untuk berbagai macam makanan dan minuman di masa kini.
Alasan besar yang membuat berbagai pihak begitu gencar meneliti BPA adalah karena keberadaannya yang memiliki dampak buruk bagi tubuh dan kesehatan. Dalam bentuk aktifnya, senyawa BPA memiliki aktivitas hormon estrogen.
Dampak yang paling berbahaya dari aktivitas tersebut, jika masuk ke dalam tubuh BPA dapat meniru hormon estrogen yang penting dalam proses perkawinan. Anggapan itu diperkuat dengan lebih dari seratus literatur ilmiah yang membuktikan jika BPA berisiko memicu kanker dan kondisi kelainan seksual, di antaranya kemandulan.