4. Momento Mori, Kalimantan Tengah
Momento Mori adalah bahasa Latin untuk 'ingatlah kamu akan mati' dan diyakini bahwa tradisi ini diperkenalkan pada abad ke-19 selama penjajahan Belanda.
Ritual ini dilakukan masyarakat Kristiani Kalimantan Timur pada Sabtu Suci dan melibatkan jemaah anggota keluarga di kuburan orang yang dicintai. Keluarga akan berkumpul sepanjang malam hingga fajar keesokan harinya di mana mereka akan menyalakan lilin dan mengatur bunga di atas makam.
Saat fajar menyingsing di hari Minggu Paskah, akan disediakan tenda oleh gereja bagi para peziarah untuk melanjutkan perayaan dan ibadah Paskah mereka.
5. Buha-buha Ijuk, Sumatra Utara
Serupa namun tak sama dengan Momento Mori, masyarakat Sumatra Utara punya tradisi unik merayakan paskah dengan cara berziarah ke makam keluarga atau orang yang dicintai bernama Buha-buha Ijuk yang dilangsungkan tepat di Minggu Paskah nya.
Ritual yang biasa dilakukan masyarakat Pangan Bolon, Nagasaribu, dan Parapat ini dilakukan pada pagi buta yakni jam 04.00 WIB dengan arahan lonceng gereja. Setelah lonceng dibunyikan, masing-masing jamaah keluar rumah dan berjalan menuju makam keluarganya. Selesai berziarah, mereka akan melanjutkan dengan kegiatan beribadah di gereja.
(Salman Mardira)