Lebih lanjut, dr. Anne mengatakan, saat melakukan aktivitas rangsangan melalui pemijatan, muncul kedekatan fisik (wajah) antara ibu dan bayinya yang membuat bayi memiliki rangsangan visual terhadap gerak mulut ibu dan otot wajah untuk membentuk bunyi artikulasi terhadap huruf atau disebut fonem.
Pada awal tahap berbicara, bayi mengeluarkan berbagai bunyi atau yang biasa diawali dengan babling.
Kemampuan bunyi pada organ artikulasi diawali dari bunyi labial (bibir), dental (gigi), dan seterusnya, hingga organ dalam mulut lainnya.
BACA JUGA: Waduh Bayi Menangis Jangan Langsung Diberi ASI, Kenapa?
Kemampuan ini berkembang seiring usia anak, dari semula hanya sebatas menyampaikan bunyi-bunyian, hingga menjadi kemampuan menyampaikan suku kata, kata dan selanjutnya menjadi kalimat.
(Dyah Ratna Meta Novia)