BULAN Ramadan sebentar lagi tiba. Ini tentu menjadi momen yang ditunggu-tunggu umat Muslim di seluruh dunia. Termasuk masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.
Di bulan ini masyarakat Muslim menjalani ibadah puasa. Tak sekadar menjadi ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah SWT, berpuasa juga bermanfaat baik untuk kesehatan.
Beragam manfaat kesehatan di antaranya saja menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, mengurangi risiko diabetes, hingga mengurangi risiko terkena kanker. Namun, perlu diwaspadai juga terkait kolesterol yang meningkat akibat kurang gerak dan pola makan saat berbuka puasa maupun sahur.
“Tanpa disadari, kita suka berbuka puasa dengan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti daging berlemak, jeroan, junk food, atau makanan tinggi lemak jenuh lainnya, seperti makanan atau minuman bersantan, gorengan, sebagai reward setelah berpuasa selama belasan jam. Alhasil, kadar kolesterol jahat dalam tubuh pun meningkat,” kata Dokter Spesialis Gizi Klinis di RS Siloam Kebon Jeruk dr Sheena R Angelia.
Dia pun menjelaskan bagaimana dampaknya kepada tubuh bila kolesterol jahat atau LDL meningkat.
“Jika jumlah kolesterol dalam tubuh terlalu banyak atau tidak ada keseimbangan antara LDL dan HDL, justru membawa dampak buruk dan menimbulkan berbagai penyakit seperti penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, dan hipertensi,” ujarnya.