Dokter Arief melanjutkan, DSA itu bersifat diagnostik semi invasif. "Logika dasarnya seperti pemasangan kateter ke arah otak," katanya singkat.
Ketika melakukan DSA, dokter akan memberikan heparin untuk mengatasi penggumpalan darah yang muncul karena masuknya kateter ke pembuluh darah. Obat ini masuk dalam golongan antikoagulan atau pengencer darah yang bekerja menurunkan pembekuan darah.
"Jadi, saat kateter itu masuk menuju otak, secara alamiah tubuh akan melakukan penggumpalan darah akibat adanya kateter yang dianggap benda asing. Nah, heparin disuntikkan selagi selang kateter terus menuju otak," terang dr Arief.
"Nah, apakah DSA dan heparin adalah jenis pengobatan, jawabannya tidak. DSA itu sifatnya diagnostik," tegas dr Arief.
Namun, pada kondisi khusus, DSA bisa bertujuan untuk terapeutik. "DSA akan menjadi pengobatan atau terapeutik pada kondisi khusus. Bisa pada pasien stroke penyumbatan atau stroke perdarahan," tambahnya.