MENJADI kabin kru seringkali dianggap sebelah mata, padahal karier menjadi kabin kru itu menjanjikan lho. Selain dapat gaji, juga dapat fasilitas yang memadai.
Dicky, salah satu kabin kru maskapai terbaik di Timur Tengah pun mengakui fasilitas dan gaji yang didapatkannya enggak main-main.
"Perkiraan gaji take home pay, bisa mencapai (dengan rata-rata jam terbang sebanyak 100jam) Rp40 juta. Tergantung dari destinasi dan total jam terbang yang sudah dikumpulkan dalam 1 bulan," terang Dicky kepada MNC Portal.
Lebih lanjut, Dicky menjelaskan, kabin kru mendapatkan fasilitas gratis berupa akomodasi, transportasi dari dan ke tempat kerja, laundry seragam, diskon tiket untuk teman dan keluarga ke seluruh destinasi di dunia.
"Ada juga diskon di banyak merchant-restoran-hotel-spa, asuransi jiwa dan kesehatan berstandar internasional, tiket confirm 1 kali dalam setahun untuk terbang ke negara asal," jelas Dicky.
Menurut Dicky, pendapatan dan fasilitas itu juga dibarengi dengan beban kerja kabin kru yang berat. Hal ini bisa dilihat dari jam kerja yang juga tak menentu.
"Jam kerja kabin kru memiliki keunikan tersendiri. Bila rata-rata orang bekerja di kantor selama 8jam/hari dengan hari kerja senin s.d jumat, di dunia kabin kru berbeda. Kami memiliki batasan maksimal jam kerja dalam 1 minggu tidak boleh melebihi beberapa jam dalam 1 bulan dengan total libur dalam 1 bulan selama 8 hari," ujar Dicky.
Dicky memaparkan, setiap penerbangan memiliki tipe lama penerbangan yang berbeda-beda. Contohnya untuk ultra long haul flight atau lebih dari 14 jam dengan zona waktu yang jauh berbeda dengan home base, maka harus memiliki paling tidak 2 hari libur sebelum dan setelah terbang.
Selama ini, lanjut Dicky, rute eropa merupakan penerbangan yang paling sering dilakukannya.
"Mungkin karena banyak sekali negara eropa yang menjadi destinasi penerbangan maskapai tempat saya bekerja. Namun sebetulnya, ada berbagai pilihan destinasi lain seperti kota-kota di Asia, Afrika, Amerika dan Australia," ujar Dicky.
Dalam setiap bulan, tempat Dicky bekerja memberikan kesempatan kepada setiap kabin kru untuk mengajukan pilihan destinasi yang dikehendaki dalam sistem IT.