Kapasitas karyawan yang diizinkan bekerja di kantor juga naik dari maksimal 50 persen menjadi 75 persen.
Dengan begitu, acara dengan jumlah hadirin lebih dari 1.000 orang dapat meningkatkan kapasitas tampung menjadi maksimal 75 persen.
PM Singapura juga mencabut larangan konsumsi alkohol setelah pukul 22.30 dan kembali mengizinkan live music di bar.
Gugus Tugas Covid-19 Singapura dalam beberapa pekan ke depan juga akan mengumumkan pembukaan kembali diskotik, kelab malam, dan tempat karaoke yang telah ditutup sejak 26 Maret 2020.
Lee menegaskan, Singapura siap berdamai dengan Covid-19.
Perdana Menteri Singapura itu mengaku, pihaknya mencatatkan tonggak pencapaian yang signifikan dalam pertempuran melawan Covid-19 yang ditandai dengan rendahnya angka kematian.
Angka kematian Covid-19 di Singapura saat ini adalah 1.220, sehingga menjadi salah satu yang terendah di dunia.
Pentingnya menjaga roda perekonomian dan membina hubungan antara keluarga, teman, dan sesama, ikut menjadi pertimbangan relaksasi drastis protokol kesehatan (prokes) di Singapura.
Relaksasi itu juga mempertimbangkan angka vaksinasi Singapura yang tertinggi di dunia, yaitu 95 persen untuk dua dosis dan 71 persen untuk vaksin booster Covid-19.
Tercatat tujuh gelombang Covid-19 mengguncang Singapura sejak virus yang pertama kali terdeteksi di China itu berkecamuk pada Januari 2020.
(Kurniawati Hasjanah)