Pembentukan desa wisata tersebut sudah menjadi program prioritas Kemenparekraf sehingga terus mereka dorong agar masing-masing desa wisata ini bisa bangkit setelah beberapa tahun terdampak pandemi COVID-19.
"Mereka bisa mengajukan bantuan dari dana desa atau DD masing-masing, karena sekarang dana yang dimiliki Pemkab Rejang Lebong sangat terbatas," ujar Budianto.
Paket wisata
Untuk memancing minat pengunjung datang obyek wisata yang ada di Kabupaten Rejang Lebong salah satunya ialah obyek wisata Air Terjun Tri Sakti di Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi dengan menyiapkan paket wisata, setiap pengunjung yang datang akan diberikan kemudahan guna menikmati keindahan air terjun unik tersebut.
"Saat ini kita sudah menyiapkan paket wisata senilai Rp150.000 per orang per hari dengan layanan berupa antar jemput dari desa menuju lokasi air terjun, jamuan minum kopi di rumah inovasi, makan siang, bermain canyoning dan eko wisata ke rumah pengelolaan nira," kata Soleh Parulian manajer BUMDes Belitar Seberang (Belirang).
Para pengunjung yang akan mengunjungi Air Terjun Tri Sakti, akan dimanjakan dengan layanan antar jemput ke lokasi wisata yang berjarak sekitar 2 KM dari desa menggunakan sepeda motor yang sudah dimodifikasi, mengingat jalur yang dilewati masih berbentuk tanah dan bebatuan serta tebing terjal. Namun pengunjung tidak perlu takut karena pengemudinya sudah handal dan menguasai medan.
Selain itu, mereka ini nantinya juga bisa menikmati permainan canyoning yakni turun dari atas air terjun hingga ke dasar dengan ketinggian 86 meter dengan menggunakan peralatan panjat tebing. Para pengunjung ini akan dipandu tenaga ahli sehingga bisa menuruni air terjun.
"Pengunjung yang membeli paket ini juga bisa melihat aktivitas pengolahan air nira hingga menjadi gula aren, mereka ini akan melihat proses penyadapan hingga memasaknya. Pengunjung ini bisa menikmati langsung air nira yang disadap dari batangnya," urai Soleh.
Paket wisata yang disiapkan BUMDes Belirang tersebut merupakan konsep pengelolaan wisata modern yang mereka dapatkan saat mengikuti pelatihan desa wisata oleh Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) berupa pelatihan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) pada akhir 2020 lalu.