Antibodi Sudah Capai 86%, Apakah Indonesia Sudah Miilki Herd Immunity?

Kevi Laras, Jurnalis
Sabtu 19 Maret 2022 15:10 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

HASIL survei serologi nasional menyebut antibodi Covid-19 yang dimiliki masyarakat Indonesia sudah mencapai 86,6 persen. Lantas, apakah Indonesia sudah mencapai Herd Immunity?

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, capaian herd immunity memiliki rumus atau rinciannya. Sehingga tidak semudah mengatakan herd immunity bisa dicapai ketika sudah terbentuk antibodi dari survei serologi nasional.

"Terkait herd immunity nanti para Epidemiolog atau ahlinya yang menjelaskan," ujar Menkes Budi dalam YouTube Kemenkes.

Lebih lanjut dia menerangkan, rumus terbentuknya herd immunity di suatu negara karena tergantung pada positivity rate, efikasi vaksin dan rate varian virusnya. Memang, pada umumnya herd immunity dapat terbentuk ketika vaksinasi sudah mencapai 70 persen.

Dia menegaskan, target Indonesia bukan lagi pada konsep herd immunity tapi berfokus pembentukan antibodi atau kekebalan tubuh di setiap orang. Sehingga masyarakat yang sudah memiliki antibodi Covid-19 mampu menekan laju kasus atau memperbaiki situasi.

"Herd Immunity itu ada rumusnya, tergantung dari reproduction rate di negara itu, efikasi vaksinnya, reproduction rate variannya. Jadi kalau ada datanya yang dikejar bukannya, konsep herd immunity jadi kekebalan masyarakat tadi," jelasnya

Dalam kesempatan yang sama, Ahli Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Prof. dr. Pandu Riono, MPH, Ph.D menambahkan kalau terbentuknya herd immunity terhadap virus yang relatif tidak secara cepat berubah atau melahirkan varian baru.

"Jadi konsep herd immunity asumsi kita menghadapi suatu virus relatif yang tidak berubah secara cepat sehingga imunitas bisa dikejar," katanya.

Sekadar informasi, survei serologi bertujuan untuk estimasi proporsi orang di populasi yang mempunyai antibodi terhadap SARS-CoV-2, berdasarkan kelompk umur, jenis kelamin, pernah terdiagnosis Covid-19 dan status vaksinasi. Mempelajari distribusi kadar antibodi berdasarkan riwayat infeksi dan vaksinasi.

Menteri Kesehatan (Menkes) mengatakan survei itu penting bagi pemerintah sebagai keputusan berbasis data. Survei serologi nasional tersebut memberikan hasil persentase, berapa penduduk Indonesia yang sudah memiliki antibodi terhadap virus SARs-COV-2.

Dari hasil survei tersebut, tercatat seseorang sudah diimunisasi dan terinfeksi Covid-19 atau sebaliknya, maka memiliki antibodi paling tahan lama dan tinggi. Dia juga mengatakan serologi survei yang dilakukan di Indonesia merupakan terbesar di dunia nomor dua, setelah India.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya