5 Alasan Seru Kamu "Wajib" Liburan ke Bali

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis
Jum'at 11 Maret 2022 16:21 WIB
Hidden Canyon Beji Guwang ( Foto: dok http://www.hiddencanyonbejiguwang.com/)
Share :

Tambahkan sambal matah yang segar dan beraroma sedap saat bersantap makanan khas Bali. Selain itu, masakan khas Bali yang tak boleh terlupa lainnya adalah bebek betutu. Sekilas, tampilan bebek betutu membuat kita mengernyitkan dahi karena sajian ini berwarna gelap.

Potongan bebek dalam bebek betutu tak tampak jelas karena berlumur bumbu. Namun, soal rasa, jangan ditanya. Bebek betutu ini memiliki rasa yang kuat dan kaya, membuat setiap gigitannya membuat Anda terngiang rasanya.

Namun, tidak hanya masakan khas Bali yang bisa ditemukan di Pulau Dewata ini. Anda pun bisa menemukan berbagai kuliner berbagai daerah di Indonesia dan kuliner mancanegara. Intinya, saat menginjakkan kaki di Bali, jangan lupa untuk berwisata kuliner di sana.

4. Keramahan Masyarakat Lokal

Alasan yang membuat betah berkunjung ke Bali adalah keramahan masyarakatnya. Terbiasa melayani tamu wisatawan lokal dan berbagai negara membuat Bali piawai dalam menyambut dan menjamu setiap kunjungan. Tentu saja pengalaman Bali bertahun-tahun dalam menyambut wisatawan akan memberikan kenyamanan dan ketenangan saat kita berlibur.

Terlebih dalam masa pandemi seperti sekarang ini. Masyarakat Bali sangat terbuka dalam menerima wisatawan dari berbagai kota di Indonesia. Anda tidak perlu khawatir kesulitan ketika berwisata ke Bali karena begitu mudahnya mendapatkan layanan jasa seperti perhotelan, transportasi (sewa mobil atau sepeda motor), jasa pemandu wisata berbagai bahasa, dan jasa lainnya.

Di sisi lain, untuk saat ini vaksinasi di Bali juga mulai mendekati maksimal. Hal ini tentunya akan mengurangi kekhawatiran akan risiko penularan virus covid-19 dan turunannya. Bahkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan bahwa Bali menjadi pilot project dalam pengembangan wisata berbasis vaksin (vaccine based tourism). Tak sampai disitu, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bagi pelaku perjalanan yang telah mendapatkan vaksin dosis 2 atau booster tidak lagi diwajibkan untuk tes negatif antigen maupun PCR. “Kebijakan ini menjadi peluang baru agar ekonomi masyarakat yang 2 tahun terkontraksi berat mulai bergeliat. Dan ini juga akan genjot pertumbuhan ekonomi di daerah termasuk menyambut Ramadhan dan lebaran” . Terang Sandiaga dalam siaran pers (7/3/2022).

Meskipun sudah vaksin, Menparekraf Sandiaga memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi menjadi syarat utama.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya