Ia menegaskan, poin pentingnya bukanlah dosis vaksin Covid-19 yang diberikan terus-terusan oleh pemerintah. Tetapi gerakan masyarakat yang harus mau beradaptasi dan mengubah perilaku hidup jadi hidup sehat.
“Menjadi endemi, perlu perilaku masyarakat bisa beradaptasi secara mandiri. Kemudian protokol kesehatan yang diperlukan untuk menghindari penyakit tersebut. Contoh, lagi musim ujan lagi musim flu, apa kita keluar jalan hujan-hujanan? Enggak dong, ya kita pake payung atau jaket,” tegasnya.
Menkes Budi menambahkan, saat ini salah satu pekerjaan rumah terbesar Indonesia untuk mengatasi pandemi Covid-19, ialah membuat masyarakatnya bisa beradaptasi mandiri hidup berdampingan dengan virus. Mengingat, virus penyebab infeksi Covid-19 ini dinilai tak akan hilang sepenuhnya dalam jangka waktu lima hingga 10 tahun ke depan.
BACA JUGA:Studi: Antibodi Vaksin Booster Sinopharm Turun Drastis Usai 6 Bulan
“Itu salah satu tugas yang kami harus sosialisasikan dan enggak mungkin disosialisasikan tanpa bantuan media, karena ini sifatnya promotif. Supaya masyarakat bisa mengubah perilakunya dan hidup bersama dengan virus ini. Saya sih enggak yakin hilang lima hingga 10 tahun, more than 10 years saya rasa,” pungkas Menkes Budi.
(Dyah Ratna Meta Novia)