Positive Beauty, Kecantikan Tak Hanya dari Tampilan Fisik Saja

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 24 Februari 2022 14:03 WIB
Kecantikan tak hanya tampilan fisik (Foto: 123 RF)
Share :

SAAT ini persepsi mengenai kecantikan terus berubah seiring dengan makin mandirinya kaum wanita. Dr Cecil P Staton dari Valdosta State University menjelaskan, berdasarkan penelitian Valdosta State University, Georgia, dan The University of Nebraska- Lincoln, Amerika Serikat, ada 289 halaman majalah yang dipenuhi iklan atau kampanye kecantikan pada tujuh majalah paling populer di Amerika Serikat selama April 2013 itu.

“Bentuknya bisa berupa iklan atau kampanye kecantikan berupa makeup , perawatan kulit, parfum, , perawatan rambut, dan cat kuku. Hal inilah yang berkontribusi membentuk persepsi kecantikan di masyarakat,” ujar Staton, dilansir dari Dailymail.

 

Dr Staton menjelaskan, namun kini hal tersebut tidak sepenuhnya sukses. Sebab semakin modern, perempuan makin kritis sehingga semakin selektif pula dalam memilih produk kecantikan dan menyebut definisi kecantikan.

Tidak mengherankan jika saat ini banyak produsen kecantikan yang lebih menampilkan figur yang tengah naik daun, mereka yang merupakan tokoh isu sosial, atau punya ide kreatif. Saat ini positive beauty, menilai kecantikan tak hanya tampilan fisik saja, namun juga inner beauty dan kecerdasan.

Sementara itu, Imelda Scherers, Senior Brand Manager Glow & Lovely menjelaskan, pihaknya ingin berkontribusi kepada masyarakat dengan berkomitmen pada positive beauty yang mendorong kecantikan yang inklusif, dan percaya bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama, termasuk perempuan.

"Sejalan dengan komitmen tersebut, kami kembali membuka kesempatan bagi 60 perempuan muda yang terkendala finansial untuk meneruskan pendidikan tinggi sesuai dengan minatnya. Kami berharap program ini dapat mendorong perempuan muda Indonesia memaksimalkan potensi mereka hingga maksimal,” ujar Imelda.

Di tengah makin terbukanya peluang, masih terdapat sejumlah batasan yang menghalangi perempuan menunjukkan kemampuannya, termasuk pada bidang yang belum banyak didominasi perempuan, seperti industri STEM (sains, teknologi, engineering dan matematika) dimana perempuan hanya mengisi 2 dari 10 pekerja profesional. Tantangan ini juga makin terasa akibat pandemi.

Menurut survei Asia-Pacific Girls Report 2021 menyebutkan bahwa Indonesia mengalami penurunan dua peringkat dibandingkan 2019 pada indikator peluang keterlibatan perempuan di bidang ekonomi.

Sebagai pengusaha sukses di industri fesyen, Mira Nur Gandaniati menambahkan, dari pengalamannya di industri fesyen sejak 2006, perempuan mampu dan memiliki kecakapan untuk mengelola dan memimpin perusahaan. Sehingga jangan ragu untuk keluar dari comfort zone.

 BACA JUGA:Cegah Kanker Kulit, Cermat Pilih Produk Kecantikan!

"Apalagi banyak studi yang menyimpulkan fungsi perempuan sangat esensial, contohnya bagaimana pengusaha perempuan berpotensi menaikkan PDB global hingga US$5 triliun. Oleh karena itu, perempuan berhak memiliki keleluasaan bertumbuh—termasuk mencukupi kebutuhan pendidikan dan menjalani masa depan sesuai kapasitasnya, di bidang apa pun,” kata Mira.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya