Ia menjelaskan bahwa BA. 2 ini sangat bermutasi dibandingkan dengan Covid-19 origin yang pertama teridentifikasi di Wuhan, Tiongkok. Varian ini juga diketahui memiliki lusinan perubahan gen yang berbeda dari Omicron dan ini membuatnya berbeda dari virus sebelumnya.
Di sisi lain, peneliti yang terlibat dalam studi ini, Kei Sato, peneliti Universitas Tokyo menegaskan bahwa temuan ini membuktikan bahwa BA.2 tidak boleh dianggap sebagai jenis Omicron dan semua pihak saat ini perlu memantau lebih ketat varian ini.
Di masyarakat saat ini ada yang menyebut BA.2 sebagai 'siluman Omicron' karena varian ini tidak muncul pada tes PCR. Dengan kondisi tersebut, setiap lab di seluruh dunia mesti melakukan langkah ekstra dan mulai mengurutkan virus untuk menemukan varian ini.
BACA JUGA:Ilmuwan Mulai Waspadai Kenaikan Kasus Positif Covid-19 karena Varian BA.2
"Ditemukannya varian ini mengartikan dunia akan memiliki huruf Yunani baru dalam daftar varian Covid-19 dalam waktu dekat," kata Deborah Fuller, ahli virus di Fakultas Kedokteran Universitas Washington.
(Dyah Ratna Meta Novia)