Varian BA.2, Subvarian Omicron yang Mudah Menyebar

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Jum'at 18 Februari 2022 15:35 WIB
Pandemi Covid-19 terus berlangsung (Foto: Chilliwack progress)
Share :

PENELITIAN terbaru yang dilakukan di laboratorium di Jepang menunjukkan bahwa varian BA.2 atau 'si anak Omicron' menyebar lebih cepat dan menyebabkan penyakit yang lebih parah. Bahkan vaksin yang dijadikan sebagai senjata tak mampu melawannya.

Hasil eksperimen tersebut didasari oleh informasi yang didapatkan peneliti bahwa di dalam tubuh varian BA.2 ditemukan fitur khusus yang membuatnya mampu menyebabkan penyakit serius seperti Delta.

 

Karena varian BA.2 ini adalah subvarian Omicron, artinya dia membawa karakteristik yang ada di Omicron yaitu kebal vaksin Covid-19. Namun suntikan booster memperlihatkan perlindungan yang tetap baik.

"BA.2 juga diketahui resisten terhadap beberapa pengobatan, termasuk sotrovimab atau antibodi monoklonal yang saat ini dipakai untuk melawan Omicron," terang laporan CNN Health, dikutip MNC Portal, Jumat (18/2/2022).

Hasil eksperimen ini ditayangkan pada Rabu (16/2/2022) sebagai studi pracetak di server bioRxiv.

"BA.2 adalah virus yang lebih buruk daripada Omicron dan mungkin dapat menular lebih cepat dan menyebabkan penyakit yang lebih buruk," terang dr Daniel Rhoads, kepala bagian mikrobiologi di klinik Cleveland, Ohio, Amerika Serikat.

Ia menjelaskan bahwa BA. 2 ini sangat bermutasi dibandingkan dengan Covid-19 origin yang pertama teridentifikasi di Wuhan, Tiongkok. Varian ini juga diketahui memiliki lusinan perubahan gen yang berbeda dari Omicron dan ini membuatnya berbeda dari virus sebelumnya.

Di sisi lain, peneliti yang terlibat dalam studi ini, Kei Sato, peneliti Universitas Tokyo menegaskan bahwa temuan ini membuktikan bahwa BA.2 tidak boleh dianggap sebagai jenis Omicron dan semua pihak saat ini perlu memantau lebih ketat varian ini.

Di masyarakat saat ini ada yang menyebut BA.2 sebagai 'siluman Omicron' karena varian ini tidak muncul pada tes PCR. Dengan kondisi tersebut, setiap lab di seluruh dunia mesti melakukan langkah ekstra dan mulai mengurutkan virus untuk menemukan varian ini.

 BACA JUGA:Ilmuwan Mulai Waspadai Kenaikan Kasus Positif Covid-19 karena Varian BA.2

"Ditemukannya varian ini mengartikan dunia akan memiliki huruf Yunani baru dalam daftar varian Covid-19 dalam waktu dekat," kata Deborah Fuller, ahli virus di Fakultas Kedokteran Universitas Washington.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya