TES pramusim MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) memang banyak menyisakan cerita unik.
Tak hanya pengalaman mengesankan dari para pembalap dunia hingga kritikan terhadap kualitas sirkuit, cerita unik juga dialami mantan Gubernur NTB dua periode, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.
Ya, TGB memiliki pengalaman unik saat menyaksikan tes pramusim MotoGP dari atas bukit 360 di Sirkuit Mandalika.
Saat itu, tiba-tiba saja seorang anggota Brimob yang bertugas di sana menegurnya. Brimob berseragam lengkap dan senjata laras panjang itu menegur TGB karena berada di kawasan terlarang untuk umum. Di sana awalnya, TGB mengabadikan para pembalap yang melintas di sirkuit sekaligus berswafoto alias selfie.
Belum lama mengabadikan foto, anggota Brimob bersenjata lengkap itu mandatangi mantan gubernur dan ulama kharismatik di negeri seribu masjid itu.
"Silakan kalau sudah selesai foto untuk langsung kembali. Ini bukan tempat umum," perintah anggota Brimob bernama Jumatri itu.
(Foto: Facebook/Muhlisin)
Tak nyaman melihat TGB ditegur Brimob, salah seorang petinggi Indonesia Tourist Development Centre (ITDC), Pari Wijaya langsung memberi penjelasan. Ia lantas menghampiri Jumatri dan mengatakan jika pria yang ditegurnya itu adalah tamu istimewa dan telah memegang izin kartu berwarna merah.
“Izin pak, saya pegawai ITDC. Saya izin bawa tamu,” ujar Pari Wijaya tanpa mengungkap identitas tamu yang dimaksud.
“Iya betul pak, saya tahu, saya juga menjalankan tugas,” ujar Jumatri.
Saat dialog terjadi, TGB masih belum membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya. Ia hanya menatap Jumatri dengan ramah seraya menanyakan asalnya.
“Bapak dari mana, Pak?" ucap TGB mengawali percakapan.
(Foto: Facebook/Muhlisin)
“Saya dari Lombok Tengah, Pak. Tepatnya di Jabar,” timpal Jumatri.
Mendengar jawaban anggota Brimob itu, semua orang nampak kebingungan. TGB lantas kembali bertanya.
“Janapria Barat, pak,” jawab Jumatri yang disambut gelak tawa rombongan TGB.
TGB kembali menjawab; “Dulu ada Tuan Guru Athar, tapi sudah wafat,”
Jumatri langsung terdiam, nampak termenung mendengar jawaban sang ulama kharismatik itu.
“Kenal Pak? Sebentar dulu. Ini Pak Gubernur, ya?,” tanya Jumatri kepada TGB yang saat itu memakai masker dan topi.
TGB pun hanya bungkam Beliau seraya menatap tajam pemuda yang pernah bertugas di Timor Leste itu.
Tak selang berapa lama Jumatri kaget bukan main. Ia langsung menghampiri dan mencium tangan TGB menunjukkan rasa hormatnya.
(Foto: Facebook/Muhlisin)
Jumatri lantas menaikkan helmnya dan membuka masker kemudian menaruh tangan TGB di kepala beliau. “Ya Allah, ampun tuan guru, tiang tidak tanda, tiang sering ikut pengajian tuan guru, maafkan tiang tuan guru,” kata Jumatri yang merasa bersalah atas sikapnya.
“Tidak apa-apa, itu namanya profesional, saya salut atas ketegasan bapak,” jawab TGB sambil mengelus-elus pundak Jumatri.
“Maaf tuan guru, benar-benar saya tidak tanda,” ucap Jumatri berkali-kali.
“Enggak, enggak apa-apa, bapak telah menjalankan tugas dengan amanah,” sambut TGB seraya mengajak Jumatri berfoto berdua.
Sambil merangkul Jumatri, TGB perlahan berjalan meninggalkan lokasi. Sesekali TGB menanyakan keamanan Sirkuit Mandalika kepadanya.
Sepanjang jalan, hingga TGB naik ke mobil, Jumatri tak henti-hentinya meminta maaf. Ia bahkan sampai menitikkan air mata larut dalam keharuan.
“Sudah lama saya tidak bertemu TGB, kerinduan saya sangat terobati,” pungkasnya.
Momen anggota Brimob menegur TGB di Sirkuit Mandalika ini diunggah Muhlisin di akun Facebook pada 13 Februari 2022 hingga viral di media sosial. Postingan tersebut mendapat banyak simpati dan pujian warganet atas adab luar biasa yang ditunjukkan keduanya.
(Rizka Diputra)