Dear Traveler, Ternyata Ini Alasan Pilot Takut Melintasi Langit Tibet

Wilda Fajriah, Jurnalis
Selasa 08 Februari 2022 07:03 WIB
Ilustrasi pesawat (dok. iStock)
Share :

PESAWAT bisa mengantarkan untuk berpergian ke antar negara, bahkan antar benua. Tapi, akankah kamu sadar jika tak ada satu pesawat yang melintasi wilayah Tibet?

Semua pesawat di dunia memang menjauhi wilayah yang luas ini dan memilih jalur lain dengan mengelilinginya. Seolah wilayah tersebut merupakan wilayah terlarang untuk dilintasi.

Lalu mengapa hal ini bisa terjadi? Banyak sekali alasan pesawat yang berani melintasi wilayah Tibet. Tibet merupakan salah satu wilayah kosong terbesar di dunia. Setelah Antartika dan bagian utara Greenland, dataran tinggi Tibet adalah tempat yang tidak ramah bagi manusia untuk ditinggali.

Wilayah Tibet memiliki luas 1.228.400 km. Tapi, populasinya hanya 3.5 juta jiwa saja. Sedikitnya jumlah penduduk di sini dikarenakan rata-rata tinggi datarannya 4.000-5.000 meter di atas permukaan laut. Membuat dataran tinggi ini menjadi wilayah geografis tertinggi di dunia, dan mendapat julukan sebagai atap dunia.

Julukan ini sepertinya tepat karena atap dunia ini menjadi salah satu rintangan terbesar di dunia bagi penerbangan selama beberapa dekade. Percobaan melintasi wilayah ini pertama kali terjadi pada Perang Dunia II ketika sekutu yang kemudian dikenal sebagai India Britania berusaha mengangkut perbekalan menuju China untuk melawan Jepang.

Rutenya sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya bagian timur India menuju Kunming di China dengan jarak sekitar 840 km. Tapi karena mereka terbang melintasi pegunungan terpencil dan dataran tinggi Tibet, sang pilot mengalami turbulensi. Kecepatan angin lebih dari 200 mil per jam, sementara temperaturnya cukup dingin untuk bisa membekukan bahan bakar pesawat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya