Dikatakan, semakin muda seorang wanita ketika krisis melanda, maka semakin besar pula risiko terkena kanker payudara. Sebuah studi Skandinavia pun menemukan peningkatan risiko kanker payudara kerap terjadi pada wanita yang merasa hidup mereka lebih stres.
Sementara dari sudut pandang biologis, masuk akal jika stres dapat merangsang kanker payudara untuk tumbuh ataupun menyebar. Pasalnya, saat seseorang mengalami stres, maka mereka akan melepaskan hormon yang disebut norepinefrin, salah satu 'hormon stres'. Nantinya, hormon ini akan merangsang pembentukan pembuluh darah baru oleh kanker (angiogenesis) dan mempercepat metastasis (penyebaran kanker).
Oleh karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk bisa mengelola stres lebih baik, bahkan konsultasi ke dokter jika diperlukan guna mencari tahu informasi lebih lanjut terkait solusi kondisi ini.
(Helmi Ade Saputra)