Ya, DKI Jakarta masih menjadi rujukan utama penanganan kanker di Indonesia. Hal ini tentu akan dibenahi. Artinya, Kemenkes akan memastikan layanan kesehatan primer dan sekunder di seluruh wilayah Indonesia untuk penanganan kanker akan tercapai.
"Penanganan kanker akan dipetakan sehingga tak hanya bertumpu di DKI Jakarta, tetapi juga seluruh pulau bisa memberikan pelayanan kanker di rs dengan fasilitas yang memadai," lanjut Maxi.
BACA JUGA : Sejauh Mana Obat Kanker di Indonesia Efeknya Baik untuk Pasien?
Ia menambahkan, sistem rujukan akan dibenahi dan dilakukan secara berjenjang akan diatur. Hal ini agar pelayanan kanker di Indonesia tidak menumpuk di DKI Jakarta.
Kementerian Kesehatan mencatat bahwa pada 2020, jumlah penderita kanker payudara menduduki kasus kanker tertinggi di Indonesia dengan 65.800an kasus, disusul kanker serviks sebanyak 34.700an kasus.
(Helmi Ade Saputra)