BALI - Upacara Ngaben merupakan proses pembakaran mayat atau kremasi untuk penganut Hindu Bali.
Ritual pembakaran mayat menjadi simbol untuk menyucikan roh orang-orang yang sudah meninggal dunia.
Melansir laman resmi Pemkab Buleleng, berikut tiga fakta unik Ngaben:
1. Jasad diarak keliling desa
Sebelum prosesi pembakaran dilaksanakan, jasad akan diletakkan dalam bade (sarana yang sengaja dibuat berbentuk seperti bale-bale). Lalu, bade tersebut akan diarak berkeliling desa, dari rumah sampai menuju kuburan. Seluruh keluarga dan warga setempat akan ikut beramai-ramai mengiringi proses ini.
2. Semua kendaraan menepi
Biasanya ketika ngaben dilaksanakan, jalanan di sekitar akan ditutup sementara, sampai iring-iringan selesai dilaksanakan. Warga setempat yang mengendarai motor akan menepi sebentar membiarkan iring-iringan ini lewat. Ini adalah bentuk toleransi yang sudah melekat karena spontan dilakukan.
3. Biayanya berjuta-juta
Upacara ngaben memerlukan biaya yang tidak sedikit. Rata-rata menghabiskan Rp15 – 20 juta atau lebih terutama bagi mereka yang merupakan pemuka agama. Besarnya biaya yang diperlukan membuat beberapa keluarga memilih untuk melaksanakan ngaben masal, yaitu ngaben yang dilaksanakan secara bersama-sama dalam periode waktu tertentu, misalnya lima tahun sekali di suatu desa.
(Kurniawati Hasjanah)