VARIAN Omicron memang menjadi varian yang masuk dalam daftar varian berbahaya Badan Kesehatan Dunia (WHO). Bahkan WHO langsung menempatkan Omicron sebagai variant of interest (VOI), mengingat varian ini sangat berbahaya karena penularannya yang lebih cepat.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa kenaikan transmisi varian Omicron akan lebih tinggi daripada Delta. Namun, meskipun transmisi omicron lebih tinggi, tetapi tingkat rawat inap pasien lebih sedikit daripada varian Delta.
“Memang kenaikan transmisi omicron akan jauh lebih tinggi dari Delta. Tapi, yang dirawat jauh lebih sedikit,” kata Menkes Budi Gunadi seperti dikutip dari konferensi pers virtual di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (10/1/2022).
Terkait kondisi ini, Menkes mengungkapkan bahwa strategi pelayanan kesehatan akan berubah. Bila sebelumnya fokus kepada rumah sakit, kini digeser ke rumah.