SEORANG pekerja restoran mengungkap ciri-ciri pelanggan yang paling menjengkelkan. Dan sayangnya, ia sering berhadapan dengan tipe pelanggan seperti itu.
Ialah Alana Fineman, seorang TikToker yang memiliki setengah juta pengikut. Wanita berusia 26 tahun itu meniru kebiasaan tamu restoran yang paling menyebalkan.
Melansir New York Post, Fineman, dengan nama pengguna @alanafinewoman, paling kesal dengan pelanggan yang menuntut reservasi pada menit terakhir.
"Kami sudah dalam perjalanan," kata pelanggan yang mengeluh, ketika Fineman menolak reservasi.
Baca juga: Pelesiran ke Jepang, Waspada Trik Penipuan di Bar dan Restoran Kabukicho
"Katakan saja pada pemiliknya aku akan ke sana!" bentak pelanggan.
(Foto: TikTok/@alanafinewoman)
Selain itu, dalam satu postingan yang dibagikan pekan lalu, ia menirukan pelanggan yang datang tiba-tiba, namun tidak tahu berapa banyak orang yang akan bergabung dengannya.
Dalam keterangan klip yang telah dilihat lebih dari 365.000 kali, Fineman mengklaim kejadian tersebut kerap terjadi setiap pekan di tempat kerjanya.
"Hai, saya di sini bertemu beberapa orang," ujar Fineman, yang bertindak sebagai pelanggan, dalam video tersebut.
"Oke, apakah mereka punya reservasi?" TikToker merespons.
"Mereka mungkin," jawab pelanggan dengan santai, "Mungkin di atas nama Joe ... atau Selena ... tapi seperti, saya tidak yakin."
Fineman, sebagai dirinya sendiri, kemudian bertanya untuk berapa orang reservasi itu, dan pelanggan fiktif itu membalas, "Ada dua dari kita, atau mungkin lima, atau mungkin delapan, atau mungkin tiga."
Pelanggan juga tidak tahu jam berapa sebenarnya pemesanan itu.
Klip tersebut sukses menghibur warganet, dengan satu orang berkomentar, "Anda harus menyimpan botol semprotan air untuk kejadian seperti itu," katanya.
Baca juga: Makan Terlalu Banyak, Pria Ini Dilarang Masuk Restoran
Dalam klip lain, Fineman juga mengaku kesal dengan pelanggan yang mengubah reservasi mereka secara tiba-tiba.
Fans dibuat geli oleh video tersebut, dan satu orang mengatakan, "Sepertinya akal sehat tidak lagi umum," ujarnya.
"Orang-orang seperti ini adalah alasan saya tidak bekerja di layanan pelanggan lagi," komentar seseorang.
(Rizka Diputra)