Unta kemudian beralih pemilik dengan transaksi bernilai jutaan dirham. Tetapi para peternak bersikeras mengatakan ini bukan sekadar tentang uang. Ini juga merupakan bagian dari warisan negara, kata Saleh al-Minhali, pemilik unta dari Abu Dhabi.
Sebagai tanda melejitnya popularitas unta, sekitar 12 pemuda Emirat yang menyebut diri mereka camel influencer membuat film dan berpose dengan unta-unta itu lalu, menyiarkannya secara langsung ke ribuan pengikut mereka di Instagram.
Setiap kategori dalam kontes 10 hari ini dibagi untuk dua jenis unta: Mahaliyat, ras unta berwarna cokelat yang berasal dari UEA dan Oman, dan Majaheen, ras berkulit lebih gelap dari Arab Saudi.
Sementara matahari mulai terbenam, para peternak juara dipanggil untuk menerima trofi mereka. Di kandang kotor, unta-unta juara diberi mahkota dengan selendang berlapis emas dan perak.
"Kami membuat banyak persiapan. Kami mengikuti festival pertama di Sweihan di mana kami menerima 18 trofi. Lalu kami ikut festival kedua di Razeen di mana kami juga mendapat 18 trofi. Sekarang, di Zayed City, kami mendapat 10 trofi. Kami telah menerima lebih dari 40 trofi dalam berbagai kontes unta pada tahun ini saja," kata Mohammed Saleh bin Migrin al-Amri, sang peternak juara.
Ia kemudian melompat naik mobil Toyota Land Cruisernya. Pawai kemenangan, keriuhan bunyi klakson dan lenguhan unta sayup-sayup menghilang dari balik gundukan pasir gurun.
(Salman Mardira)