3. Sejauh ini, kumpulan mutasi tersebut berpotensi dapat membuat varian ini:
Dapat menghindari sistem imun seperti menurunkan kemampuan netralisasi antibodi baik yang didapatkan dari 2 dosis vaksinasi maupun infeksi COVID-19 sebelumnya.
Meningkatkan risiko reinfeksi kembali pada pasien yang telah sembuh dari COVID-19 varian sebelumnya sebesar 2,9 X (data Afrika Selatan) atau 8 – 9 X (data Inggris).
Penularan sekunder pada kontak erat meningkat 3 X dibandingkan varian Delta. Bahkan diproyeksikan varian ini akan menggantikan dominasi varian Delta saat ini di dunia.
Perkembangbiakan (replikasi) dan kemampuan infeksi varian Omicron pada saluran nafas bronkus lebih cepat 70 X dibandingkan varian Delta sehingga kemungkinan besar hal ini menjadi dasar mengapa varian Omicron jauh lebih cepat menular.
Dokter Fajri mengatakan bahwa informasi yang dijelaskan ini berdasarkan hasil penelitian awal. Tidak menutup kemungkinan temuan dapat berubah seiring dengan semakin banyaknya data yang diperoleh.
(Helmi Ade Saputra)