3 Alasan Omicron Bisa Berpotensi Berbahaya Menurut Pakar Kesehatan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Jum'at 24 Desember 2021 20:15 WIB
Ilustrasi (Foto : Reuters)
Share :

BELUM lama ini beredar informasi di media sosial yang menyebut bahwa varian Omicron tidak berbahaya sehingga masyarakat tidak perlu panik. Informasi tesebut menambahkan bahwa mutasi pada varian Omicron hanya ditemukan pada sebagian kecil genom virus. Alhasil varian Omicron tidak seberbahaya seperti yang dikhawatirkan selama ini.

Tentunya kabar tersebut menjadi tanda tanya bagi masyarakat. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang menjadi menyepelekan dan menganggap remeh varian asal Afrika Selatan dengan kode genetik B.1.1.529 tersebut. Lantas apakah informasi yang beredar luas selama ini itu benar?

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i memastikan bahwa pernyataan tersebut tidak benar. Alhasil, tidak ada alasan untuk meremehkan varian Omicron yang saat ini sudah masuk ke Tanah Air. Sebab varian ini memiliki potensi berbahaya. Ia pun mencoba menejelaskan beberapa alasannya melalui akun Instagram pribadinya, @dr.fajriaddai, Jumat (24/12/2021).

1.Varian Omicron memiliki jumlah mutasi yang lebih banyak dibandingkan dengan varian pendahulunya sehingga menyebabkan kekhawatiran perubahan cara virus berperilaku. Mutasi pada varian Omicron terjadi pada > 50 titik basa genetik: 32 mutasi di protein tanduk (spike protein) dan 10 titik mutasi di ‘receptor-binding domain’ yang berfungsi sebagai tempat perlekatan virus masuk ke dalam sel manusia dan menginfeksi.

Baca Juga : Omicron Disebut Tak Terlalu Ganas daripada Delta, Ini Reaksi Pakar Kesehatan

Baca Juga : Jenis Masker untuk Cegah Penularan Omicron Rekomendasi Pakar Kesehatan

2. Beberapa mutasi yang dimiliki varian Omicron juga dimiliki Variant of Concern (VOC) Varian dalam pengawasan lainnya seperti varian Alfa, Beta, Gamma, dan Delta. Sehingga para ahli di dunia dapat cepat membuat notifikasi kewaspadaan, membatasi perjalanan antar negara, juga memperkuat surveilans dan upaya sekuens genom.

3. Sejauh ini, kumpulan mutasi tersebut berpotensi dapat membuat varian ini:

Dapat menghindari sistem imun seperti menurunkan kemampuan netralisasi antibodi baik yang didapatkan dari 2 dosis vaksinasi maupun infeksi COVID-19 sebelumnya.

Meningkatkan risiko reinfeksi kembali pada pasien yang telah sembuh dari COVID-19 varian sebelumnya sebesar 2,9 X (data Afrika Selatan) atau 8 – 9 X (data Inggris).

Penularan sekunder pada kontak erat meningkat 3 X dibandingkan varian Delta. Bahkan diproyeksikan varian ini akan menggantikan dominasi varian Delta saat ini di dunia.

Perkembangbiakan (replikasi) dan kemampuan infeksi varian Omicron pada saluran nafas bronkus lebih cepat 70 X dibandingkan varian Delta sehingga kemungkinan besar hal ini menjadi dasar mengapa varian Omicron jauh lebih cepat menular.

Dokter Fajri mengatakan bahwa informasi yang dijelaskan ini berdasarkan hasil penelitian awal. Tidak menutup kemungkinan temuan dapat berubah seiring dengan semakin banyaknya data yang diperoleh.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya