BELUM lama ini beredar informasi di media sosial yang menyebut bahwa varian Omicron tidak berbahaya sehingga masyarakat tidak perlu panik. Informasi tesebut menambahkan bahwa mutasi pada varian Omicron hanya ditemukan pada sebagian kecil genom virus. Alhasil varian Omicron tidak seberbahaya seperti yang dikhawatirkan selama ini.
Tentunya kabar tersebut menjadi tanda tanya bagi masyarakat. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang menjadi menyepelekan dan menganggap remeh varian asal Afrika Selatan dengan kode genetik B.1.1.529 tersebut. Lantas apakah informasi yang beredar luas selama ini itu benar?
Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i memastikan bahwa pernyataan tersebut tidak benar. Alhasil, tidak ada alasan untuk meremehkan varian Omicron yang saat ini sudah masuk ke Tanah Air. Sebab varian ini memiliki potensi berbahaya. Ia pun mencoba menejelaskan beberapa alasannya melalui akun Instagram pribadinya, @dr.fajriaddai, Jumat (24/12/2021).
1.Varian Omicron memiliki jumlah mutasi yang lebih banyak dibandingkan dengan varian pendahulunya sehingga menyebabkan kekhawatiran perubahan cara virus berperilaku. Mutasi pada varian Omicron terjadi pada > 50 titik basa genetik: 32 mutasi di protein tanduk (spike protein) dan 10 titik mutasi di ‘receptor-binding domain’ yang berfungsi sebagai tempat perlekatan virus masuk ke dalam sel manusia dan menginfeksi.
Baca Juga : Omicron Disebut Tak Terlalu Ganas daripada Delta, Ini Reaksi Pakar Kesehatan
Baca Juga : Jenis Masker untuk Cegah Penularan Omicron Rekomendasi Pakar Kesehatan
2. Beberapa mutasi yang dimiliki varian Omicron juga dimiliki Variant of Concern (VOC) Varian dalam pengawasan lainnya seperti varian Alfa, Beta, Gamma, dan Delta. Sehingga para ahli di dunia dapat cepat membuat notifikasi kewaspadaan, membatasi perjalanan antar negara, juga memperkuat surveilans dan upaya sekuens genom.