Hendak Dibakar Pemeluk Baru Kristen karena Dianggap Berhala, Ratusan Artefak Diselamatkan Pendeta

Agregasi VOA, Jurnalis
Selasa 21 Desember 2021 13:00 WIB
Artefak kuno yang disita Israel (AFP via VOA)
Share :

Obayi kemudian memimpin para anggota keluarga lelaki itu menyanyikan “oku-nere-ere” yang berarti “api yang membakar” – ke tenda yang menyimpan dewa mereka, menyingkirkannya dan membawanya ke museumnya.

Tetapi Obayi mengatakan meskipun ada keluarga-keluarga yang mengundangnya, tidak semua orang siap untuk melepaskan berhala mereka.

''Saya tahu sebuah tempat di mana saya baru saja menghadiri upacara pemakaman. Saya tidak punya pikiran apapun tetapi ketika baru tiba di alun-alun desa itu, saya melihat polisi mengelilingi dewa tersebut dengan senapan mereka dan macam-macam lainnya. Seseorang mengatakan, ‘Pater, tahukah Anda bahwa karena Andalah maka polisi-polisi itu datang menjaga berhala itu di sini?”

Menihu Desmond adalah satu yang menentang tindakan pastor Obayi.

Ia telah memimpin ibadah tradisional Igbo selama 20 tahun lebih. Ia mengatakan, ''Tuhan kami bukan orang asing, Tuhan kami adalah tuhannya leluhur kami sejak masa penciptaan. Sewaktu orang-orang Israel berjalan kaki di gurun, mereka membuat ukiran yang mereka gunakan sebagai persembahan bagi tuhan. Jadi itu dulu, dan akan tetap begini," katanya.

Tetapi Obayi mengatakan ia tidak memaksa orang-orang untuk meninggalkan dewa-dewa mereka, justru mereka yang memintanya untuk datang membebaskan mereka dari para dewa itu.

Ia telah menerima ratusan artefak keagamaan tradisional dan sekarang memberikannya kepada beberapa universitas untuk diteliti lebih lanjut. Obayi mengatakan,

''Kami bahkan memberikan beberapa bagian kepada sekolah-sekolah, terutama University of Nigeria Nsukka di sini, Anda datang ke museum mereka, dan Anda akan melihat bahwa mereka mengambil hampir separuh dari apa yang ada di sini, jadi siapapun yang masuk ke sini akan melihat semua ini," ujar Obayi.

Agama Kristen, yang dipimpin oleh gereja-gereja Pantekosta, kini menjadi kepercayaan yang dominan di bagian tenggara dan banyak orang yang memeluk agama ini kemudian membakar atau membuang artefak mereka, yang menurut gereja-gereja ada kaitannya dengan ruh-ruh jahat.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya