Penumpang yang mencoba keluar dari Bandara Bristol ke tujuan di seluruh Eropa bernasib sedikit lebih baik, di mana tujuh penerbangan telah berhasil diberangkatkan. Namun, lima penerbangan ke Amsterdam dan Jenewa dibatalkan.
Dengan ketinggian 190 meter di atas permukaan laut (mdpl), Bandara Bristol merupakan salah satu yang tertinggi di negara ini, dan telah lama rentan terhadap gangguan yang disebabkan oleh kabut dan rendahnya awan.
Baca juga: Omicron Menggila, Penerbangan Internasional Sebaiknya Ditutup Sementara
Seorang juru bicara Bandara Bristol mengatakan, visibilitas rendah di Bandara Bristol menyebabkan gangguan pada sejumlah penerbangan yang tiba dan berangkat pada Jumat malam dan Sabtu pagi.
“Visibilitas yang rendah mengakibatkan sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan ke bandara alternatif. Kami mohon maaf atas gangguan dan ketidaknyamanan yang dialami para penumpang. Kami bekerja sama dengan mitra maskapai untuk memberikan informasi penerbangan terbaru kepada penumpang," kata sang jubir.
(Rizka Diputra)