Suntik Vaksin Booster, Haruskah Sama Seperti Vaksin Covid-19 Awal?

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 17 Desember 2021 00:01 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

PEMERINTAH memutuskan untuk memberikan vaksin booster Covid-19 pada tahun depan. Vaksin booster ini diberikan untuk mencegah penularan lebih lanjut, apalagi saat ini varian omicron sudah masuk ke Indonesia.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, ada dua skenario pemberian vaksin booster Covid-19 yang akan dimulai pada Januari 2022. Pertama, untuk vaksinasi lansia dan PBI non-lansia akan ditanggung negara. Sementara untuk booster non-APBN, vaksin booster tersedia di perusahaan farmasi yang akan langsung dijual ke masyarakat.

Budi merinci, vaksin booster yang dibiayai negara diberikan kepada 83,1 juta orang, sementara yang non-APBN atau mandiri hanya ada 125,2 atau 139 juta dosis vaksin. Sedangkan vaksin booster yang non-APBN akan diberikan kepada 125,2 juta atau sekitar 139 juta vaksin.

Lantas, apakah booster ini harus menggunakan vaksin yang sama seperti sebelumnya? Dokter spesialis mikrobiologi klinik RSUI, dr. Ardiana Kusumaningrum, Sp.MK pun menyebut akan lebih baik jika memakai vaksin yang sama seperti sebelumnya.

"Untuk booster masih tetap banyak penelitian dilakukan. Yang sudah dilakukan di Singapura, booster secara massal. Kalau booster menggunakan jenis vaksin yang sama. Karena antibodi yang dipicu sesuai dengan vaksin yang diberikan di awal," kata dia seperti dilansir dari Antara.

Terkait waktu pemberian vaksin booster, menurut Ardiana ini akan sangat bervariasi tergantung jenis vaksin yang digunakan. Di Singapura misalnya, booster vaksin diberikan setelah 6 bulan dosis kedua.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya