Studi penelitian pertama yang mengamati bagaimana dampak dari penerapan aturan paspor vaksin Covid-19 tersebut digelar dengan menganalisa data dari enam negara. Studi ini muncul seiring dengan penyebaran Omicron di penjuru dunia, mendorong negara seperti Inggris dan lainnya untuk memperketat perbatasan dan mencari cara untuk bisa memvaksinasi masyarakat yang masih ragu akan vaksin.
Meski demikian, Dokter Tobias, dokter di Universitas Oxford yang ikut menulis penelitian tersebut mengingatkan kalau sertifikat Covid-19 ini bukan senjata tunggal untuk meningkatkan laju vaksinasi karena tetap harus dikombinasikan dengan kebijakan aturan lainnya.
“Namun, sertifikasi Covid-19 saja bukanlah satu-satunya ‘peluru’ untuk meningkatkan penyerapan vaksin. Harus digunakan bersama dengan kebijakan lain,” ujar Dokter Tobias.
Baca juga: Breaking News! Kasus Positif Covid-19 Bertambah 190
Para peneliti menambahkan, pihak otoritas kesehatan masyarakat juga harus memerangi keraguan soal vaksin. Melalui target vaksin, sosialisasi komunikasi untuk meningkatkan pengetahuan terkait vaksin Covid-19 serta membangun kembali kepercayaan pada pemerintah, terutama di kalangan minoritas.
(Dyah Ratna Meta Novia)