Untung mengaku dalam berbagai aktivitas, termasuk mengajar selama ini menggunakan kedua kakinya. Hal ini tak menghalangi semangatnya, walaupun terlahir dalam keadaan difabel.
Semangat meraih pendidikannya ini ia dapat sejak kecil. Mulanya sang ibu enggan memberikannya izin sekolah, karena khawatir Untung diejek teman-temannya karena keadaannya.
"Dulu waktu saya kecil ibu saya melarang untuk sekolah. Tapi saya diam-diam pergi (sekolah) dengan kakak saya," ujarnya.
Akan tetapi di tengah keterbatasannya sebagai difabel, Untung tidak berputus asa. Ia terus menggali potensi dirinya dan guru adalah cita-cita mulianya.
"Kalau omongan orang tentang saya (difabel) itu sudah biasa. Cuma bagaimana caranya saya bisa seperti yang lain, punya pendidikan, pekerjaan, hingga menikah dan punya anak," tuturnya.