Begini Hasil Studi Penggunaan Vaksin Campuran untuk Booster

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis
Sabtu 11 Desember 2021 09:26 WIB
Vaksinasi Covid-19 (Foto: ECDC)
Share :

BADAN Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, atau Food and Drug Administration (FDA) memiliki skema rencana baru terkait penggunaan vaksin Covid-19 untuk suntikan penguat (booster).

Menurut New York Times, FDA punya rencana mengizinkan orang-orang untuk menerima vaksin Covid-19 booster dengan campuran dari jenis merek yang berbeda dari vaksin dosis satu dan dua yang sebelumnya telah diterima.

 

FDA kemungkinan menyarankan orang-orang untuk bisa menerima suntikan vaksin booster yang sama seperti dosis vaksin yang diterima sebelumnya. Tetapi dilaporkan tidak akan merekomendasikan merek tertentu di atas merek lain.

Sebelumnya, FDA sudah menyetujui penggunaan booster untuk vaksin Pfizer-BioNTech enam bulan setelah penyuntikan dosis yang kedua. Kemungkinan FDA akan mengizinkan suntikan booster untuk vaksin Moderna dan Johnson & Johnson.

Kabar mengenai izin penggunaan vaksin campuran untuk booster shot ini, diketahui muncul pasca-ada studi dari National Institutes of Health tentang pencampuran suntikan vaksin booster yang dipresentasikan ke panel penasihat FDA.

Dari studi tersebut, ditemukan pendekatan mix and match vaksin sepertinya memperlihatkan manfaat paling besar bagi orang-orang yang menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis tunggal merek Johnson & Johnson. Orang-orang yang disuntik vaksin J&J dan kemudian disuntik booster Moderna menunjukkan hasil adanya peningkatan antibodi sebanyak 76 kali lipat selama 15 hari.

Sementara kelompok orang yang dosis pertamanya memakai J&J dan kemudian booster J&J terlihat tingkat antibodinya hanya meningkat empat kali lipat.

Suntikan booster vaksin Pfizer-BioNTech juga lebih efektif dalam meningkatkan level antibodi orang yang mendapatkan vaksin J&J jika dibandingkan dengan booster J&J itu sendiri.

Dokter Dr. Robert Atmar of Baylor College of Medicine, penulis studi penelitian tersebut mengatakan, dengan penelitian tersebut terlihat bahwa apa pun merek vaksin dosis pertamanya lalu ketika disokong suntikan booster vaksin dari Moderna, Johnson dan Pfizer memang menghasilkan respon antibodi yang baik.

“Apa yang ditunjukkan penelitian ini adalah, bahwa terlepas dari apa yang diterima seseorang pada awalnya, dikuatkan dengan salah satu dari tiga vaksin yang kami evaluasi yakni vaksin dari Moderna, vaksin dari Janssen dan vaksin dari Pfizer, menghasilkan respons antibodi yang baik di masing-masing kelompok vaksin,” ujar Dr. Robert Atmar.

Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan di Nature Medicine menemukan, ketika vaksin Pfizer atau Moderna digunakan sebagai dosis kedua untuk AstraZeneca, hal itu menyebabkan respons kekebalan yang lebih kuat jika dibandingkan dengan dua dosis AstraZeneca.

Tetapi sampai sekarang, penelitian mengenai suntikan booster masih terus berlangsung. Kalau data membuktikan bahwa pencampuran booster aman dan efektif, data tersebut berpotensi membantu menghindari kekurangan pasokan vaksin dan meningkatkan kecepatan peluncuran booster.

 Baca juga: Booster Vaksin Covid-19 Bakal Dimulai pada 1 Januari 2022

Hal terpenting adalah bisa segera mendapatkan vaksin dan tidak terlalu khawatir tentang vaksin apa yang digunakan.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya