BADAN Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi untuk tidak memberikan plasma konvalesen untuk mengobati pasien Covid-19. Ini berkaitan dengan hasil studi yang menunjukkan bahwa terapi tersebut tidak memberikan peningkatan perbaikan pada pasien Covid-19.
Rupanya terapi plasma konvalesen sendiri dikerjakan dengan mentransfer plasma darah seseorang yang telah sembuh dari Covid-19 ke pasien yang sedang berjuang melawan virus corona dengan harapan antibodi yang terkandung di dalam plasma darah dapat melawan infeksi.
Namun, tim WHO menemukan bahwa, "Terapi plasma konvalesen tidak memberi manfaat yang pasti seperti menurunkan kematian dan risiko penggunaan ventilator pada pasien tidak parah, parah, dan kritis, serta kebutuhan sumber daya yang signifikan dalam hal biaya dan waktu pemberian," terang laporan tersebut dikutip MNC Portal dari CNBC, Selasa (7/12/2021).
Bahkan, tim WHO juga menemukan informasi bahwa terapi tersebut menghadapi tantangan praktis seperti sulitnya mencari pendonor dan pengujian donor yang rumit, pun soal pengumpulan plasma yang memerlukan keahlian khusus.
Rekomendasi WHO ini didasarkan pada 16 uji coba dengan lebih dari 16.000 pasien dengan infeksi Covid-19 derajat tidak parah, parah, dan kritis. "Tim WHO menyarankan agar terapi ini harus dilanjutkan dalam uji coba kontrol secara acak," terang laporan ilmiah yang dipublikasi dalam British Medical Journal tersebut.