Selain itu, mereka juga bisa berganti pasangan secara bebas bila sudah bosan dengan pasangan pertamanya. Bahkan, tidak pada manusia saja, tetapi juga hewan.
Di sana, dewa yang baik hati dan suka bersenang-senang kembali ke Thebes dan mengajari kota itu bagaimana berpesta dengan penduduk setempat menjadi kegilaan alkohol dan mengirim mereka ke gunung terdekat, di mana mereka membunuh hewan dengan tangan kosong, bernyanyi dan menari.
Pada awalnya, Festival Bacchanalia dilakukan secara tertutup dan hanya bisa diikuti oleh para wanita. Namun, para pria juga bisa mengikuti festival itu setelahnya. Mereka yang mengikuti festival ini berasal dari berbagai kelas sosial, jenis kelamin, dan usia yang berbeda.
(Salman Mardira)