RITUAl kedewasaan pria suku Vanuatu terkenal sangat ekstrem dan berisiko kehilangan nyawa. Tradisi yang bernama nagol tersebut sangat populer di Pantecost, salah satu pulau di Republik Vanuatu. Dilakukan dengan melompat dari menara dan kaki terikat tali.
Vanuatu merupakan negara kepulauan di Samudera Pasifik selatan, berada di wilayah Melanesia atau berada di sebelah timur Australia. Masyarakat Vanuatu punya tradisi unik salah satunya nagol.
Baca juga: Uniknya Kepercayaan Suku Vanuatu, Pesawat Terbang Dianggap Tuhan hingga Disembah
Tradisi nagol diikuti oleh para pria dewasa. Mereka menaiki menara kayu setinggi 100 kaki atau 30 meter lalu mengikat pergelangan kakinya dengan seutas tali dari tanaman rambat.
Kemudian dari atas menara, mereka terjun ke bawah tanpa pelindung dan harus mendarat di tanah atau land diving. Ini mirip seperti bungee jumping atau terjun lenting, tapi lebih mengerikan.
Tradisi nagol taruhannya adalah nyawa. Meski terbilang ekstrem, ritual nagol tetap dilaksanakan pada tiap tahun dan kini malah jadi event pariwisata .
Pulau Pentakosta Vanuatu dinobatkan sebagai tuan rumah salah satu upacara budaya paling spektakuler dan menantang maut yang pernah ada.
Baca juga: Mengenal Festival Seks Saut d'Eau Haiti, Ritual Berhubungan Badan Massal di Air Terjun
"Pertama kali melakukannya, Anda merasa sedikit gugup. Tetapi setelah dua atau tiga kali, itu menjadi normal, seperti halnya melakukan olahraga rugby atau tinju," kata Fidael Beaf, pria Vanuatu berusia 44 tahun menggambarkan keseruan nagol seperti dikutip dari CNN.
Mereka percaya bahwa setelah terjun dari ketinggian dan seseorang menyentuhkan bahunya ke atas tanah, maka tanah tersebut akan menjadi lebih subur.