TRADISI unik kecantikan wanita Jepang gunakan kotoran burung sebagai bedak agak aneh terdengar. Di Jepang terdapat sebuah tradisi unik kecantikan wanita yang menggunakan kotoran burung untuk perawatan wajah, dikenal sebagai uguisu no fun. Tradisi ini sudah ada selama periode Edo sekitar tahun 1600 silam.
Awalnya, pada periode Heain sekitar 700 Masehi di Korea kuno, mereka menggunakan kotoran burung nightingale untuk menghilangkan noda di pakaian. Kemudian pengetahuan ini diturunkan ke Jepang kuno.
Namun, orang Jepang kuno melihatnya dengan cara yang berbeda. Mereka menganggap kotoran burung nightiangale tidak hanya untuk menghilangkan noda di kimono, tetapi juga bisa menghapus riasan tebal di wajah.
Bermula dari anggapan itu, mereka mulai menggembar-gemborkan penggunaan uguisu sebagai perawatan wajah. Kemudian menggunakan uguisu untuk menghapus riasan wajah.
(Tradisi kecantikan wanita Jepang, Foto: sincere_ap47_official)
Selanjutnya mereka menyadari bahwa wajah menjadi lebih bersih, pori-pori mengecil, warna kulit wajah merata, dan kulit wajah memberikan kilau yang unik.
Baca juga: Mengenal Tradisi Nyotaimori, Makan Sushi di Atas Tubuh Wanita Tanpa Busana
Selain itu, banyak juga wanita yang menggunakan uguisu sebagai masker. Begitu mereka menyadari tidak ada jerawat baru yang muncul dalam beberapa minggu, keajaiban perawatan wajah dengan uguisu menyebar dengan cepat di Jepang kuno.
Setelah beberapa tahun, orang di seluruh Pulau Jepang menyadari manfaat nyata dari penggunaan uguisu no fun sebagai perawatan wajah.
Pada tahun 1700-an permintaan uguisu terus meningkat. Namun, tidak dapat memenuhi banyaknya permintaan karena burung nightiangle yang langka dan cukup sulit ditangkap.
(Tradisi kecantikan wanita Jepang, Foto: sincere_ap47_official)
Harga yang ditawarkan pun menjadi fantastis, bahkan untuk mendapatkan sebotol uguisu no fun mencapai sebesar USD1.500 per 375 gram-nya.
Tak heran, hanya orang Jepang yang sangat kaya untuk bisa mendapat perawatan wajah tersebut. Biasanya mereka adalah permaisuri, anggota wanita keluarga kekaisaran, dan putri bangsawan feodal.