Manfaat Sunat bagi Kesehatan Laki-Laki

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Senin 08 November 2021 12:08 WIB
Sunat (Foto: Youm)
Share :

SELAMA ini sunat atau sirkumsisi merupakan tradisi yang wajib dilakukan di Tanah Air. Sunat ini biasanya dilakukan oleh muslim.

Sejatinya sunat tak hanya dilakukan pada orang dewasa dan anak-anak, sunat bisa dilakukan terhadap bayi.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization - WHO) merekomendasikan sunat dilakukan pada anak laki laki demi menjaga kesehatan.

 

Kulit kulup yang tidak dibuang dapat beresiko menyebabkan penyakit kelamin dan saluran kencing. Untuk mencegah terjadinya hal ini, tindakan sunat sebagai solusinya.

Dokter Spesialis Bedah Umum dari Siloam Hospitals Sepanjang Jaya Bekasi, Dokter Taufik Azis menjelaskan, neonatus atau bayi boleh disunat, tapi umumnya di Indonesia anak laki-laki disunat pada usia sekolah dasar antara umur 6-12 tahun.

Di beberapa negara seperti misalnya di Mesir dan Indonesia bisa dilakukan tindakan sirkumsisi pada bayi dan bahkan sampai pada tingkat orang dewasa pun.Tindakan sirkumsisi dapat dilakukan di mana saja, misalnya acara bakti sosial , klinik dan di rumah sakit.

"Namun yang terpenting adalah prinsip aseptik antiseptik , sterilisasi alat, sterilisasi tindakan, sarana dan prasarana yang baik. Hal ini mencegah terjadinya infeksi pasca tindakan dan resiko perdarahan", ujar Dokter Taufik, Senin, (8/11/2021).

Pentingnya sunat, terang Dokter Taufik, terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu indikasi sosial, medis, dan keagamaan.

Dalam sisi medis, sunat adalah tindakan membuang kulit bagian depan pada penis( preputium) WHO menyebutkan bahwa sirkumsisi dapat mengurangi resiko penyakit menular seksual, karena kebersihan akan terjaga.

Jika tidak dilakukan sunat dapat terjadi smegma yaitu penumpukan kotoran yang terselip diantara kulit dan glands penis, dan ini potensial terjadinya infeksi, bahkan sunat bisa mencegah kanker penis.

Kemudian untuk indikasi sosial banyak sekali di beberapa belahan dunia seperti suku aborigin dan juga mesir kuno dilakukan tindakan sirkumsisi walaupun peradabannya sudah lama dan tekniknyapun mungkin berbeda dengan sekarang.

Untuk indikasi agama ada yg mewajibkan sunat ini misalnya di Islam, tetapi sekarang pun sudah banyak non Islam pun melakukan sunnat ini, karena kebutuhan kesehatan.

"Pada keadaan fimosis , yaitu lubang kulup pada saluran kencing yang menyempit sehingga anak kesulitan pada saat melakukan buang air kecil. Hal ini akan menyebabkan infeksi pada saluran kemih bahkan akan menyebabkan kondisi anak menjadi demam yang berulang. Untuk itu harus dilakukan sunat atau sirkumsisi sedini mungkin," kata Dokter Taufik.

Teknik dalam sirkumsisi ini memang direkomendasikan adalah secara konvensional, yaitu dengan cara membuang kulit preputium atau kulit di ujung penis dengan cara menggunting atau membuang kulit kulup dan akan diukur panjang atau pendeknya, karena tidak boleh terlalu panjang ataupun terlalu pendek. Kemudian akan digunting secara melingkar baik ke kanan maupun ke kiri.

Kemudian teknik dengan cara bius total atau narkose umum. tindakan ini biasanya lebih nyaman bagi anak-anak , tidak merasa trauma ketakutan. Tindakan ini juga lebih direkomendasikan pada anak yang tidak kooperatif atau ketakutan.

Baca juga: Aneh, Kemaluan Bocah 5 Tahun Ini Tiba-Tiba Tersunat Sendiri saat Main

Selain diwajibkan dari sisi syariat agama Islam, ternyata dari sisi medis banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh orang yang menjalani proses sunat, yaitu mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular seperti human papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis dll

Mencegah terjadinya penyakit pada penis seperti nyeri dan perlengketan dan menyempit kulup penis yang disebut fimosis.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya